
Pansus Tetapkan Dirut BUP Karimun Secara Aklamasi

Karimun (ANTARA Kepri) - Panitia Khusus DPRD Karimun Provinsi Kepulauan Riau secara aklamasi menetapkan Firdaus Hamzah sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Pelabuhan Karimun untuk periode 2012-2015.
"Pansus secara aklamasi menetapkan saudara Firdaus Hamzah sebagai Dirut BUP untuk periode berikutnya," kata Ketua Pansus Seleksi Penerimaan Calon Dirut BUP DPRD Karimun Raja Kamaruddin usai rapat pansus dengan agenda uji kepatutan dan kelayakan calon Dirut BUP di Gedung DPRD Karimun, Rabu.
Firdaus Hamzah terpilih untuk kedua kalinya setelah kandidat Indrawan Susanto tidak menghadiri uji kepatutan dan kelayakan dan menyatakan mengundurkan diri.
Pansus dua kali menunda pelaksanaan "fit and proper test" karena Indrawan belum hadir. Setelah rapat dimulai, salah seorang anggota pansus M Asyura menyampaikan bahwa Indrawan telah membuat surat pengunduran diri dari calon Dirut BUP.
"Indrawan membuat pernyataan tertulis untuk mundur sehingga ia tidak menghadiri pelaksanaan fit and proper test," katanya.
Menurut Raja Kamaruddin, penetapan Firdaus Hamzah sebagai Dirut BUP oleh pansus akan diteruskan dalam rapat paripurna yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini.
"Paripurna akan mengesahkan Firdaus untuk selanjutnya disampaikan kepada bupati," katanya.
Firdaus yang dimintai tanggapannya mengatakan, penetapan dirinya sebagai Dirut BUP merupakan sebuah amanah untuk mengembangkan dan meneruskan program yang telah dirintisnya sejak 2009.
"Pada tiga tahun pertama BUP berdiri, kami fokus pada penyempurnaan manajemen dan infrastruktur perusahaan. Selanjutnya, kami akan meningkatkan pelayanan sebagai mata rantai untuk peningkatan pendapatan perusahaan," katanya.
Menurut dia, BUP sebagai badan usaha milik daerah memiliki dua fungsi, yaitu sebagai perusahaan yang berorientasi bisnis atau "profit oriented" dan fungsi pelayanan publik.
"Dua fungsi itu harus berjalan dengan baik, kuncinya adalah manajemen yang profesional. Di satu sisi, target pendapatan tercapai, di sisi lain kepentingan publik juga berjalan dengan baik," ucapnya.
Salah satu kemajuan yang diraih sejak BUP didirikan pada 2009, menurut dia, adalah peningkatan pendapatan dari sektor jasa labuh kapal di pelabuhan "ship to ship" (STS) transfer yang dikerjasamakan dengan PT Pelindo I.
Pada 2011, BUP telah menyetor PAD dari pengelolaan pelabuhan STS sebesar Rp4 miliar, meningkat drastis dibanding 2009 yang hanya Rp1 miliar, kata dia lagi.(KR-RDT/S023)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
