Logo Header Antaranews Kepri

20 Dubes Akan Kunjugi Kawasan FTZ Batam-Bintan

Selasa, 4 September 2012 16:23 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 20 duta besar dan tujuh perwakilan duta besar di Indonesia direncanakan akan melakukan kunjungan diplomatik ke Batam dan Bintan pada 7-9 September.

"Duta-Duta besar tersebut dibawa Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam agenda tahunan 'Diplomatic Tour' yang bertujuan untuk mempromosikan Batam dan Bintan sebagai kawasan investasi di Indonesia," kata Kabid Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Selasa.

Ilham mengatakan, beberapa duta besar tersebut berasal dari Bangladesh, Kanada, Royal Danish Embassy, Slovakia, Vietnam, Brunei Darussalam, Kroasia, Republik Ceko, Ekuador, Peru, Serbia, Romania, Belgia, Hungaria, Norwegia, Pakistan, Tunisia, Yaman, Kepulauan Fiji, Paraguay, China, Nigeria, Singapura, Zimbabwe dan Laos.

"Beberapa diantara mereka sudah ada yang menanamkan modal di Batam. Sebagian lagi baru pertama kali datang ke kawasan bebeas Batam," kata dia.

Di Batam, kata Ilham, rombongan dijadwalkan akan mengikuti beberapa agenda kunjungan ke Kawasan Industri Panbil, Kawasan Industri Kabil dan Studio Animasi Kinema pada Sabtu (8/9).

Rencananya pemilik Citratubindo Tbk Kris Wiluan akan menyampaikan kisah sukses dirinya yang berinvestasi di Batam dalam temu bisnis di Batam sebelum kunjungan ke berbagai tempat tersebut.

"Rombongan juga dijadwalkan akan berkunjung ke BP Batam dan pelayanan perizinan di Gedung Sumatra," kata Ilham.

Pada (9/9), rombongan akan bertolak ke Bintan untuk mengunjungi kawasan wisata Lagoi Pulau Bintan dan Kawasan Industri Lobam untuk melihat peluang investasi khususnya di bidang pariwisata.

"Ini peluang besar bagi kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam dan Bintan untuk menarik investor. Karena sejak diberlakukan status FTZ pada 2009 lalu, minat investasi memang meningkat," kata dia.

Pada 2012, BP Batam menargetkan 100 investor masuk ke kawasan FTZ terutama dari kawasan Asia timur yang dari segi ekonomi lebih kuat dari pada Amerika dan Eropa yang belum pulih dari krisis global.(KR-LNO/E001)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026