
DPR Dorong Peningkatan Anggaran Pelayanan Haji

Batam (ANTARA Kepri) - Anggota DPR RI Herlini Amran mendorong peningkatan anggaran pelayanan haji untuk kenyamanan jamaah haji di Tanah Suci.
"Kami mendukung peningkatan anggaran haji asal dibarengi dengan meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji," kata Herlini, Rabu.
Ia mengatakan, peningkatan anggaran perlu untuk tenaga pelayanan kesehatan di dalam negeri dan di Tanah Suci.
Pada 2012 terjadi efesiensi anggaran di segala bidang, termasuk untuk Direktorat Jenderal Haji Kementerian Agama. Akibat efesiensi itu, jumlah tenaga medis di embarkasi berkurang dari 30 orang menjadi delapan hingga 11 orang.
"Untung pengurangan itu diantisipasi pemerintah daerah yang melengkapi kekurangan menggunakan tenaga dari daerah," kata anggota DPR RI asal daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau.
Selain tenaga kesehatan di Embarkasi, menurut dia, perlu penambahan tenaga petugas kesehatan yang berangkat bersama jamaah haji dalam kelompok terbang.
"Perlu penambahan anggaran petugas kesehatan haji," kata dia.
Saat ini, dalam setiap kloter, hanya terdapat satu orang dokter dan dua perawat. Tiga orang itu melayani 440 orang calon haji. Menurut dia, perbandingan itu amat tidak imbang.
Ia mengusulkan, jumlah tenaga medis yang ikut dalam kloter bersama jamaah ditingkatkan menjadi dua dokter dan tiga perawat.
"Itu merupakan aspirasi dari bawah yang disampaikan," kata dia.
Mengenai pelayanan jamaah di Embarkasi Hang Nadim Batam, Herlini menjelaskan, relatif baik dengan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri.
"Kami mengapresiasi subsidi biaya domestik Embarkasi Batam yang telah di gelontorkan Pemprov Kepri," kata dia.
Pemerintah Provinsi Kepri menganggarkan dana lebih dari Rp2 miliar untuk berbagai kebutuhan jamaah seperti biaya perjalanan domestik dan pemberian oleh-oleh.
Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan 9.888 calon haji dari empat provinsi meliputi, Kalimantan Barat, Jambi, Kepulauan Riau dan Riau pada musim haji 2012.
Calon haji itu terbagi dalam 22 kelompok terbang.(Y011/I006)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
