
Jajaran Pemkot Batam Lesehan Bersama Pekerja

Batam (ANTARA Kepri) - Jajaran pejabat Pemerintah Kota bersama anggota DPRD dan pekerja Kota Batam duduk lesehan bersama mendiskusikan masalah pekerja di halaman dalam Gedung Pemkot Batam, Rabu.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Wakil Wali Kota Rudi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Zarefriadi, Ketua Komisi IV DPRD Riky Syolihin, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Udin P Sihaloho, Wakil Ketua DPRD Ruslan Kasbulatov, duduk tanpa alas di lantai bersama Ketua SPSI.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan pemerintah provinsi menjanjikan perbaikan pada peraturan outsourcing.
"Saat kunjungan Presiden, Menteri Tenaga Kerja menyampaiakan akan ada perbaikan," kata Wali Kota.
Gubernur, kata dia, sudah menelpon Menteri Tenaga Kerja yang menjanjikan akan ada peraturan yang dikeluarkan dalam waktu dekat.
Outsourcing, kata dia, dilarang terkait dengan bisnis utama.
"Yang boleh hanya kegiatan pendukung dari produksi utama, yaitu katering, transportasi, pengamanan, pembersihan dan beberapa bidang tertentu pertambangan," kata dia.
Begitu pemerintah pusat menetapkan peraturan baru, kata dia, maka pemerintah daerah akan segera mengawasi pelaksanaanya.
"Itu tanggung jawab pemda untuk mengontrol," kata dia.
Ketua DPRD Kota Batam Surya Sardi mengatakan DPRD tengah menyusun peraturan daerah tenaga kerja untuk melindungi kepentingan pekerja.
Ketua Panitia Khusus Renperda DPRD Batam Mawardi Harni mengatakan Ranperda Naker menunggu pengesahan peraturan dari Kementerian Tenaga Kerja yang diatur nasional.
"Permintaan Kementerian Naker, ada hal yang diatur nasional terkait outsourcing," kata dia.
Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia Saiful Badri mengatakan pekerja meminta sistem outsourcing dihapuskan karena merugikan buruh yang menginginkan kepastian pekerjaan.
Ia mendesak pemerintah menggunakan hak otonomi daerah untuk menghentikan sistem pemberlakukan outsourcing di kota industri.
Sementara itu, ribuan pekerja memadati halaman luar Gedung Pemerintah Kota Batam menuntut penghapusan sistem outsourcing. Mereka bergabung dari belasan kawasan industri di Batam.
(Y011/D009)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
