Logo Header Antaranews Kepri

Pengelolaan Limbah Cair Batam Dibangun 2013

Sabtu, 6 Oktober 2012 15:19 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pembangunan jaringan pengelolaan limbah cair (wastewater treatment) di Kota Batam Kepulauan Riau akan dimulai 2013.

"Tahun depan proyeknya mulai dibangun," kata Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan pemerintah pusat, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, akan membangun jaringan WTP untuk menyelesaikan masalah pencemaran di kota industri.

Bappenas yang juga membuat studi perencanaan WTP di Batam.

Sedang dana pembangunannya, kata dia, menggunakan alokasi program bantuan pinjaman lunak dari Australia atau Korea.

Sebagai tahap awal, WTP dibangun untuk wilayah Kecamatan Batam Kota.

"Pilot project Batam Centre, setelah itu Nagoya dan Batu Ampar," kata dia.

Bappenas memilih mendahulukan Batam Kota karena wilayah itu sudah memiliki jaringan pipa. Tinggal ditingkatkan dari 30 liter per detik menjadi 200 liter per detik.

Ia mengatakan Batam membutuhkan pengelolaan limbah cair agar tidak merusak lingkungan pulau itu.

"Batam sangat butuh 'wastewater treatment' mengingat banyaknya industri di kota ini," kata dia.

Ia mengatakan pengelolaan limbah cair industri dan rumah tangga di Batam relatif buruk.

"Lihatlah di Sei Jodoh, air sudah hitam, kalau lewat baunya tercium," kata Dendi menambahkan.

Selain karena banyak industri, ia mengatakan Batam butuh "wastewater treatment" karena merupakan kota pulau.

Batam pulau, limbahnya harus dikelola, sulit pembuangannya," kata dia.

Menurut Dendi, Bappenas menyambut baik rencana Batam, mengingat sangat mendesak demi keselamatan lingkungan.

Kota Batam merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas bergengsi di Asia Pasifik.

Di kota pulau itu berkembang puluhan kawasan industri dengan produk elektronik. Selain itu, di sepanjang bibir pantai juga terdapat sekitar 70 perusahaan galangan kapal yang mengerjakan perbaikan serta pencucian kapal. (Y011/N005)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026