Logo Header Antaranews Kepri

Waka DPRD: Kepri Masih Jalur Transit Narkoba

Minggu, 11 November 2012 17:25 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Iskandarsyah menyatakan wilayah Kepri masih merupakan salah satu jalur transit narkoba berjaringan internasional.

"Secara geografis letak Kepulauan Riau sangat strategis, karena berbatasan dengan Malaysia, Singapura dan Vietnam. Kondisi itu telah dimanfaatkan penjahat sebagai jalur mendistribusikan narkoba ke berbagai wilayah, salah satunya DKI Jakarta," katanya di Tanjungpinang, Minggu.

Berdasarkan hasil penangkapan aparat keamanan di Kepri, kata dia, narkotika yang berhasil diamankan berasal dari Malaysia, sedangkan pelakunya warga Indonesia.

Hal itu mengisyaratkan pengedar narkoba yang memanfaatkan posisi strategis Kepri berasal dari jaringan internasional.

Nilai barang bukti yang diamankan juga sangat banyak dengan nilai miliaran rupiah. Batam merupakan tempat yang paling sering dijadikan sebagai kawasan transit narkoba.

Penangkapan terbanyak dilakukan petugas di Pelabuhan Batam Centre dan Bandara Hang Nadim Batam.

Dapat dibayangkan, jumlah warga Indonesia yang dirusak jika shabu-shabu, ekstasi dan "happy five" itu berhasil beredar.

"Yang kita tahu dari media massa itu narkoba yang berhasil ditangkap, tetapi kita tidak pernah tahu berapa banyak yang berhasil diedarkan oleh penjahat," ujarnya.

Menurut dia, kondisi sekarang berbeda setelah terjadi penangkapan 40.000 butir "happy five" di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada Jumat (9/11). Penangkapan itu mengindikasikan bahwa Tanjungpinang dianggap lebih aman dibanding Batam untuk dijadikan sebagai jalur pendistribusian narkoba.

Buktinya, dua pelaku yang gagal membawa obat terlarang itu ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Lion Air berasal dari Batam.

"Pertanyaannya adalah kenapa pelaku tidak membawanya dari Batam, melainkan dari Tanjungpinang. Apakah pengawasan di Batam lebih ketat dibanding Tanjungpinang atau itu hanya sebagai strategi untuk mengelabui petugas," katanya.

Dari kasus peredaran yang berhasil diungkap aparat yang berwenang, jalur udara dan perairan masih dijadikan sebagai jalur untuk mendistribusikan narkoba. Dengan demikian aparat yang berwajib harus meningkatkan pengamanan di pintu masuk dan pintu keluar di pelabuhan dan bandara.

"Kami memberi apresiasi kepada aparat penegak hukum yang berhasil menggagalkan beberapa kali penyeludupan narkoba. Namun kami ingatkan agar mereka lebih meningkatkan pengamanan dan mengungkap kasus itu sampai ke akar-akarnya," ungkapnya. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026