
Lanal Karimun Amankan Kawanan Pencuri Jaring Nelayan

Karimun (ANTARA Kepri) - Aparat Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengamankan empat kawanan pencuri jaring nelayan di perairan Pulau Rukan, Kecamatan Durai, Selasa dinihari.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa di Makolanal Tanjung Balai Karimun mengatakan, empat kawanan pencuri tersebut merupakan warga Desa Parit, Kecamatan Karimun masing-masing Da, Ju, Am dan Ma.
"Mereka kami amankan setelah boat pancung (kapal motor kecil) yang mereka gunakan untuk mencuri terbalik akibat cuaca buruk pada Senin (12/11) malam. Selain cuaca buruk, boat mereka terbalik karena muatan berupa jaring yang mereka curi tidak sesuai dengan kapasitas kapal," katanya.
Letkol Sawa menjelaskan keempatnya yang dalam kondisi mengapung justru diselamatkan oleh Rehat, nelayan yang menjadi sasaran pencurian.
"Rehat sedang berkeliling mencari jaringnya yang hilang, namun ia menemukan empat orang mengapung. Setelah diselamatkan, mereka dievakuasi ke Pos Pengamat Pembantu Durai," tuturnya.
Semula, kata Danlanal, keempat kawanan pencuri itu mengaku jadi korban perampokan, namun setelah diinterogasi akhirnya mengaku kalau mereka baru saja mencuri jaring tenggiri milik Rehat yang ditebar untuk menangkap ikan di perairan tersebut.
"Jumlah jaring ikan yang mereka curi sebanyak 40 utas senilai Rp33.750.000 dengan asumsi satu utas seharga Rp350.000. Selain mengamankan jaring ikan, kami juga menyita dua bilah pisau yang diduga mereka gunakan untuk mencuri," jelasnya.
Letkol Sawa mengatakan keempat tersangka akan dilimpahkan ke Polres Karimun mengingat kasus tersebut merupakan tindak pidana pencurian yang merupakan kewenangan kepolisian.
"Kami akan lengkapi dulu keterangan saksi dan bukti-bukti, setelah itu baru kami limpahkan ke kepolisian," ucapnya.
Korban Rehat mengatakan semula dirinya menyangka jaring miliknya itu hanyut terbawa arus.
"Saat berkeliling mencari, ternyata saya menemukan ada empat orang yang mengapung dan boat terbalik. Saya tidak menyangka kalau jaring ikan yang mereka curi milik saya padahal saya sempat memberi mereka makanan setelah diselamatkan," tuturnya.
Menurut dia keempat kawanan pencuri mengaku dirampok, uang sebanyak Rp10 juta dibawa kabur perampok.
"Ketika diinterogasi mengenai jaring yang mereka miliki, baru saya tahu kalau mereka yang mencuri jaring saya yang hilang," tambahnya.
Ju, salah seorang tersangka mengaku terpaksa mencuri karena terlilit utang. "Saya terdesak dan tak punya pilihan lain karena saya punya utang Rp5 juta," katanya yang mengaku sebagai pemilik boat pancung yang mereka gunakan untuk mencuri.
Sedangkan Am, tersangka lain mengaku dihubungi oleh Ju untuk mencari sasaran dan kemudian berangkat untuk beraksi pada Senin.
"Saya hanya membantu kawan yang kesulitan," katanya yang mengaku sudah dua kali melakukan pencurian jaring nelayan. (ANTARA)
Editor: Zita Meirina
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
