Logo Header Antaranews Kepri

Angka konsumsi ikan di Kepri terus meningkat sejak 2021 hingga 2024

Selasa, 22 Juli 2025 16:27 WIB
Image Print
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran menunjukkan ikan yang sudah dibakar saat berkunjung ke Kabupaten Natuna beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Diskominfo Kepri

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan angka konsumsi ikan (AKI) di daerah itu terus meningkat sejak tahun 2021 hingga 2024.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran DKP Provinsi Kepri Ade Ovita mengatakan perkembangan nilai AKI pada 2021 sebesar 64,70 kilogram per kapita, lalu 2022 sebesar 66,18 per kilogram per kapita, kemudian 2023 sebesar 67,80 per kilogram per kapita, dan 2024 sebesar 69,64 kilogram per kapita.

"Khusus nilai AKI 2024 melebihi dari target sebesar 67,99 per kilogram per kapita, dengan capaian sebesar 69,64 per kilogram per kapita selama satu tahun," kata Ade di Tanjungpinang, Selasa.

Baca juga: BKKBN: Data 238.608 keluarga di Kepri diperbarui melalui program PK-25

Menurut Ade, penghitungan AKI 2024 telah rampung dilaksanakan bersama Direktorat Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dalam rapat finalisasi data AKI 2024 yang digelar awal Juli 2025.

Dia mengapresiasi sinergi dan kolaborasi semua pihak, sehingga nilai AKI yang merupakan salah satu indikator kinerja DKP Kepri dapat tercapai secara maksimal selama beberapa tahun terakhir.

AKI Kepri selalu berada di atas capaian AKI nasional setiap tahunnya. Ini sekaligus menegaskan eksistensi Kepri sebagai sebuah provinsi maritim, dengan luas geografis 96 persen lautan.

"Di Kepri, panganan olahan berbahan dasar ikan merupakan menu utama dalam pemenuhan gizi dan protein masyarakat secara luas," ujar Ade.

Baca juga: Polda Kepri optimalkan peran Binmas dalam cegah PMI non-prosedural

Ade menambahkan strategi menggenjot nilai AKI 2024 yang dimotori oleh DKP Kepri dilaksanakan melalui pengimplementasian Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) secara konsisten.

Kegiatan itu dilakukan dalam bentuk pelaksanaan lomba memasak serba ikan (LMSI), dan makan bergizi gratis (MBG) dengan menu utama panganan berbahan dasar ikan yang dipusatkan di SDN 017 Bintan Timur, hingga pelaksanaan bazar pasar murah komoditas ikan segar bagi masyarakat yang dilakukan di kabupaten/kota se-Kepri.

Pelaksanaan kegiatan-kegiatan itu melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti TP-PKK, Dinas Perikanan Kabupaten/Kota se-Kepri, hingga OPD Pemprov Kepri terkait, seperti Dinkes, Disperindag dan DKP2KH.

"DKP Kepri, khususnya Bidang Pengolahan dan Pemasaran akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan strategi dan pelaksanaan berbagai kegiatan pendukung capaian AKI, sehingga diharapkan terus meningkat secara signifikan," ujar Ade.

Ade turut menjelaskan AKI merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah rata-rata ikan yang dikonsumsi oleh seseorang dalam periode waktu tertentu, biasanya per tahun.

Angka ini penting karena menjadi indikator kinerja sektor perikanan dan kebutuhan ikan dalam negeri, serta menjadi dasar perencanaan kebijakan perikanan.

Baca juga:
Disdik Kepri sebut seragam sekolah gratis akan dibagikan September 2025

Lanud RSA Natuna berhasil budidayakan 60 ribu benih ikan lele



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026