
Interkoneksi Listrik Batam-Bintan Selesai 2014

Batam (ANTARA Kepri) - Interkoneksi listrik Pulau Batam dan Pulau Bintan di Kepulauan Riau diperkirakan selesai 2014.
"Awal 2014 Batam-Bintan jadi satu kesatuan kelistrikan," kata Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Nur Pamudji di Batam, Kamis.
Ia mengatakan interkoneksi di dua pulau di kawasan perdagangan bebas itu mampu menjamin ketersediaan listrik di Bintan. "Ketahanan energi meningkat," kata dia.
Dirut PLN mengharapkan interkoneksi yang menjamin ketersediaan listrik itu mampu mendongkrak perekonomian dan menggairahkan investasi.
Menurut dia, pertumbuhan listrik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. "Biasanya satu banding dua," kata dia.
Pertumbuhan listrik di Batam, kata dia, hampir 10 persen. Tingkatnya hampir sama dengan nasional. Dan itu merupakan sinyal pertumbuhan ekonomi yang baik.
Ia mengatakan pertumbuhan listrik harus direncanakan baik. Kecukupan listrik harus dipersiapkan, karena membangun jaringan listrik tidak bisa cepat.
Sebelumnya, anak perusahaan PLN Persero, PT Pelayanan Listrik Nasional Bright Batam memastikan, rencana interkoneksi Batam-Bintan pada awal 2013 berlanjut.
Direktur Utama PT PLN Batam Dadan Koernadipoera mengatakan, interkoneksi Batam-Bintan tetap akan dilakukan sesuai rencana karena pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Telagapunggur berkekuatan 2x55 megawatt (MW).
PT PLN Batam sebelumnya sudah menandatangai kerja sama dengan PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera 1 tentang pembangunan transmisi interkoneksi listrik Batam-Bintan dan Belakang Padang di
Batam.
Rencana tersebut didukung Komisi XI DPR karena dinilai interkoneksi itu selain akan mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik juga dapat mempercepat pertumbuhan industri di Pulau Bintan.
"Bila pasokan listrik memadai akan banyak industri bermunculan di Bintan," kata Anggota Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
