Logo Header Antaranews Kepri

BPBD Kota Tanjungpinang lakukan mitigasi ancaman banjir

Sabtu, 16 Agustus 2025 07:37 WIB
Image Print
Sejumlah kendaraan saat melintasi genangan banjir di Jalan Merdeka Kota Tanjungpinang Kepri, Jumat (15/8/2025). ANTARA/Ogen.

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan langkah mitigasi dalam menghadapi potensi banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

"Menurut prakirawan BMKG, tanggal 16 sampai 18 Agustus 2025 akan turun hujan, mulai pagi hingga siang hari," kata Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin di Tanjungpinang, Jumat.

Yamin menyebutkan, mitigasi menjadi kunci untuk mengurangi dampak banjir, dengan melibatkan semua elemen, baik pemerintah dan pemangku kepentingan, swasta, serta masyarakat.

Mitigasi mencakup peran pemerintah dalam meminimalissasi potensi banjir, seperti mengeruk jalur air yang sudah dangkal dan banyak sedimen.

Kemudian membersihkan rumput yang tumbuh di selokan, serta hilirisasi daerah selokan yang sudah meninggi dan menghambat saluran air.

Pemerintah setempat juga memasang batu miring pada saluran air menuju ke laut atau pesisir guna mengendalikan aliran air.

Menurutnya, mitigasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga memerlukan keterlibatan masyarakat, di antaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi di selokan yang bisa menghambat aliran air hingga memicu banjir.

"Salah satu pemicu banjir di Tanjungpinang akibat banyaknya tumpukan sampah di selokan," kata Yamin.

Selain mitigasi, lanjut Yamin, BPBD juga gencar melakukan sosialisasi terkait kebencanaan ke sekolah-sekolah serta instansi vertikal, termasuk melalui media sosial mengenai potensi bencana hidrometeorologi basah yang terjadi saat ini, misalnya banjir.

BPBD pun turut menyiapkan sarana dan prasarana penanganan banjir, seperti mobil pembawa mesin penyedot air jika banjir masuk rumah warga.

"Kami menyiagakan tim reaksi cepat 1× 24 jam dan setiap hari. Bagi warga membutuhkan bantuan BPBD, silakan menghubungi saluran media sosial atau langsung ke kantor kami," ujar Yamin.

Yamin menambahkan, pihaknya telah menangani banjir yang merendam sejumlah titik di Tanjungpinang akibat curah hujan tinggi, pada Jumat pagi.

Genangan banjir terjadi di Jalan Merdeka, Jalan Suka Berenang, dan Kampung Kolam. Kondisi banjir rata-rata setinggi betis orang dewasa itu juga merendam sejumlah rumah warga dan perkantoran pemerintah.

"Tapi genangan air cepat turun, sekitar dua jam sudah surut," ungkap Yamin.

Tim BPBD Tanjungpinang turut membersihkan sisa-sisa tumpukan sampah usai banjir surut, terutama sampah plastik berserakan di selokan maupun jalan raya.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa banjir yang terjadi itu disebabkan aliran air terhambat sampah yang dibuang secara sembarangan di lubang selokan.

"Maka itu, sekali lagi kami mengajak semua pihak membuang sampah pada tempatnya, jangan sampai dibuang di selokan, karena bisa memicu banjir," demikian Yamin.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026