
Nelayan Karimun Diimbau Waspadai Cuaca Buruk

Karimun (ANTARA Kepri) - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Hazmi Yuliansyah mengimbau nelayan mewaspadai cuaca buruk yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi pada musim pancaroba sekarang.
"Saat ini musim angin pancaroba dari barat faya ke utara. Akibatnya, kondisi cuaca di perairan Karimun sulit diprediksi, gelombang besar disertai angin kencang sering muncul mendadak sehingga dapat membahayakan keselamatan nelayan," ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Hazmi Yuliansyah menuturkan bila harus tetap melaut, sebaiknya nelayan membawa perlengkapan keselamatan yang memadai dan alat telekomunikasi.
"Kami memahami setiap musim angin utara jumlah tangkapan nelayan meningkat, tapi kami imbau para nelayan tidak terlalu memaksakan diri," tuturnya.
Dia mengatakan jika tidak memungkinkan dan akan mendatangkan bahaya, untuk sementara para nelayan lebih baik berhenti melaut hingga musim pancaroba berakhir.
"Di musim pancaroba ini, cuaca ekstrem terus melanda," katanya.
Menurut dia, diprediksi musim pancaroba berakhir hingga minggu kedua Januari mendatang.
"Jika nelayan harus tetap melaut selama musim pancaroba, pilihlah area tangkap yang berada di sekitar pulau-pulau kecil, tujuannya agar nelayan bisa berlindung jika cuaca mendadak berubah menjadi buruk," ujarnya.
Dia memaparkan perairan Takong Iyu yang biasa menjadi area tangkap favorit nelayan ketika musim angin Utara, saat pancaroba peralihan musim Barat Daya ke Utara, gelombang di perairan itu seperti bergelora.
"Karena perairan itu merupakan wilayah pusaran arus dari sejumlah perairan sekitar, seperti dari perairan Ransang di Kabupaten Meranti, Selat Malaka dan Selat Philip di Singapura. Tinggi gelombang di perairan Takong Iyu sulit diprediksi," paparnya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
