
BPBD Karimun siaga 24 jam evakuasi ular dan biawak masuk rumah di musim hujan

Batam (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), bersiaga 24 jam menghadapi maraknya kejadian ular dan biawak masuk pemukiman warga pada musim hujan.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Karimun Hendra Hidayat mengatakan sepekan ini sudah lima kali mengevakuasi ular dan dua kali evakuasi biawak.
"Selain ular dan biawak, evakuasi tawon juga banyak, lebih kurang delapan kali," kata Hendra dikonfirmasi di Batam, Jumat.
Dia mengatakan sebanyak 32 personel di Seksi Pemadam Kebakaran dan tujuh personel di Seksi Penyelamatan bersiaga 24 jam dengan sistem shift yakni pagi dan malam.
Kejadian ular masuk pemukiman warga, kata dia, tidak mengenal waktu. Seperti hari ini personel baru pulang Jumat dini hari usai mengevakuasi ular sanca (Reticulatus) dari rumah warga di Bukit Cincin, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral.
"Kami dapat laporan Kamis (11/9) pukul 23.45 WIB. Personel tiba pukul 23.50 WIB, ular berhasil dievakuasi pukul 00.00 WIB," ujarnya.
Baca juga: Damkarmat Batam edukasi bahaya api kepada generasi muda
Pada Rabu (10/9) pukul 04.05 WIB personel BPBD dan Damkar Karimun juga mengevakuasi ular sanca sepanjang empat meter di rumah warga di daerah Baran Timur, Kecamatan Meral.
"Penghuninya ketakutan ada ular dalam rumah, menghubungi petugas pukul 03.50 WIB. Petugas tiba pukul 04.05 WIB," ujarnya.
Sementara itu tawon pada musim hujan mencari tempat-tempat yang aman dari terpaan angin dan hujan, sehingga mereka membuat sarang di tempat dekat pemukiman warga.
Hendra menyebut ular dan biawak yang dievakuasi selanjutnya dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman warga.
Menurut dia, kebanyakan ular dan biawak ini masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan. Oleh karena itu warga diimbau untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mengundang hewan reptil itu datang.
"Tetap jaga kebersihan lingkungan dan selalu waspada apabila ada melihat binatang yang membahayakan di lingkungan yang mengancam dan berbahaya segera hubungi kami (Damkar)," kata Hendra.
Baca juga: Satgas Pemberantasan Penyeludupan Bea Cukai Batam lakukan 174 penindakan
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
