
Pedagang Parsel Kebanjiran Pesanan Jelang Imlek

Batam (Antara Kepri) - Pedagang parsel di Kota Batam Kepulauan Riau kebanjiran pesanan pada beberapa hari menjelang Hari Raya Imlek pada 10 Februari mendatang.
"Pesanan mulai ramai dari awal pekan ini. Sudah mulai kewalahan," kata pedagang parsel di Kawasan Pujabahari, Nagoya, Abi, Rabu.
Ia mengatakan warga Tionghoa yang merayakan pergantian tahun mulai memesan parsel.
Berbeda dengan perayaan Lebaran atau Natal, warga Imlek lebih menyukai parsel buah, terutama jeruk khas Imlek.
"Kebanyakan jeruk ya, lebih dari 50 persen pesanan jeruk," kata dia.
Jeruk yang berwarna oranye itu disusun dalam kotak-kotak berhiaskan ornamen China. Selain itu, jeruk juga disusun dalam keranjang bersama buah lainnya.
Menurut dia, jeruk memang menjadi khas perayaan Imlek dan melambangkan kesejahteraan.
Selain jeruk, warga Tionghoa juga saling mengirim minuman kaleng untuk koleganya.
Pedagang lainnya, Aline, mengatakan pesanan parsel tidak hanya datang dari Batam, namun juga daerah lain di Kepulauan Riau.
"Ada yang dari Karimun dan Lingga pesan untuk koleganya di Batam, itu juga banyak," kata dia.
Mengenai harga, ia mengatakan bervariasi mulai Rp150.000 hingga jutaan rupiah.
Di tempat yang sama, warga Lingga, Lidia, mengatakan memesan beberapa parsel untuk koleganya di Batam.
"Memang sengaja pesan di Batam, soalnya untuk orang Batam," kata dia.
Selain harga lebih murah, ia mengatakan berat jika dikirim dari Lingga.
Lidia mengatakan selalu mengirim jeruk dan minuman kaleng kepada kerabat dan mitra bisnis saat perayaan Imlek.
"Itu sudah kebiasaan dari dulu, untuk mempererat hubungan," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
