Logo Header Antaranews Kepri

Batam Butuh 677 Blok Kembar Rusun Lagi

Jumat, 8 Februari 2013 21:23 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, membutuhkan 677 blok kembar rumah susun lagi untuk menampung warga yang tinggal di rumah-rumah bermasalah.

"Batam butuh 756 'twin block' (blok kembar). Sekarang baru ada 79 'twin block'," kata Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono di Batam, Jumat.

Saat ini, kata dia, terdapat 42.182 unit rumah bermasalah yang dibangun di atas tanah Otorita Batam yang sudah dialokasikan untuk perusahaan.

Menurut Gintoyono, rusun adalah jawaban kebutuhan warga yang kini tinggal di rumah bermasalah atau yang akrab disebut rumah liar.

Pemerintah, kata dia, terus menggalakkan pembangunan rusun sebagai alternatif tempat tinggal yang murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sekarang baru 79 unit. Kami mulai bangun sejak 2003," kata dia.

Selain rusun, menurut dia, solusi rumah bermasalah yang lain adalah kavling siap bangun (KSB).

Otorita Batam yang berganti nama menjadi Badan Pengusahaan Batam mengalokasikan beberapa luas tanahnya menjadi KSB untuk masyarakat.

"Beberapa KSB ditingkatkan, fasilitasi dengan infrastruktur, supaya lebih nyaman," kata dia.

Sayangnya, kata Gintoyono, berbeda dengan rusun, dana APBN tidak bisa digunakan untuk KSB.

"Karena tidak bisa APBN, kami danai melalui APBD, seperti di Kabil dan Mangsang. Kebutuhan mendesak," kata dia.

Sementara anggota DPD RI Jasarmen Purba mengatakan Pemkot Batam harus mencari solusi konkrit menyelesaikan rumah bermasalah.

Pemkot juga perlu menggesa pendirian rusun dengan melibatkan berbagai elemen seperti Jamsostek, Pemerintah Pusat dan lainnya.

"Karena kalau tidak digesa kapan selesai. Sejak 2003 saja baru terbangun 79 unit twin block. Artinya sepuluh tahun. Berapa lama dibutuhkan untuk bangun 700-an 'twin block' rusun," kata dia mempertanyakan.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026