Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Haikal Hassan mengatakan urgensi sertifikasi produk halal saat ini sudah menjadi tren global atau dunia, tidak hanya di Indonesia.
"Di negara-negara seperti Amerika, Rusia, Brasil hingga China, produk halal semakin diminati. Bahkan China mencatatkan transaksi produk halal tertinggi di dunia," kata Haikal saat berkunjung ke Desa Wisata Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis.
Menurut Haikal, hal itu menandakan terjadi pergeseran bahwa halal tidak hanya semata-mata urusan agama, namun telah menjadi tren global yang identik dengan kualitas dan kesehatan.
Selain itu, halal juga merupakan gaya hidup, karena dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, orang-orang akan lebih peduli dengan makanan yang sehat, bersih dan berkualitas, sebagai bagian daripada halal.
Kemudian, kata dia, halal pun menjelma sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2024, tercatat transaksi halal dunia mencapai Rp21.000 triliun. Khusus transaksi halal di Indonesia menyumbang sekitar 3,5 persen atau Rp735 triliun.
"Potensinya sangat besar, maka kita musti berbenah dan lebih aktif lagi. Bagi para pengusaha yang belum mendaftarkan produk halal, segera daftar," ungkapnya.
Haikal turut menyampaikan berdasarkan Undang-Undang 33 Tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2014 mengatur makanan, minuman, pakaian, kosmetik, dan obat yang diperjualbelikan di Indonesia wajib bersertifikat halal.
Sebaliknya, bagi yang memproduksi produk-produk non-halal, tetap diperbolehkan asal mencantumkan tanda non-halal.
"Kalau tak ada tanda sama sekali, halal maupun non-halal. Lalu, tak ada informasi bahan-bahannya hingga kedaluwarsa, maka itu disebut produk ilegal," ucap pria yang akrab disapa Babe Haikal tersebut.
Kepala BPJPH menambahkan, pihaknya membuka program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) dengan kuota satu juta sertifikat halal gratis untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk membantu UMKM mendapatkan sertifikat halal secara cuma-cuma dengan proses pendaftaran secara online melalui aplikasi PUSAKA SuperApps atau situs resmi BPJPH.
"Contohnya hari ini, kami menyerahkan puluhan sertifikat halal produk UMKM Desa Wisata Penyengat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Tujuannya meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal," demikian Haikal.

Komentar