Pemkot Batam catat 230 pekerja migran dengan mayoritas jadi ART

id kepri batam,disnaker,pmi,art

Pemkot Batam catat 230 pekerja migran dengan mayoritas jadi ART

Ilustrasi: Peserta pelatihan kerja sedang mengantre diluar kantor Disnaker Batam, Kepri (24/4/2025). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat 230 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diberangkatkan hingga Oktober 2025 mayoritas menjadi asisten rumah tangga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Batam Nurul Iswahyuni mengatakan banyak dari PMI berangkat ke negara tujuan utama yaitu Malaysia dan Singapura.

“Untuk tahun ini sampai Oktober, total ada 230 pekerja migran yang berangkat secara resmi melalui sistem SiapKerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker),” ujar Nurul saat dihubungi di Batam, Jumat.

Baca juga: Kejati Kepri sinergikan hukum & bisnis wujudkan kepastian usaha

Berdasarkan data Disnaker, kata dia, jumlah PMI per bulan pada tahun 2025 yaitu 27 orang pada Januari, 25 orang pada Februari, 13 orang pada Maret, 21 orang pada April , 18 orang pada Mei, 18 orang pada Juni, 30 orang pada Juli, 28 orang pada Agustus, 28 orang pada September, dan 22 orang pada Oktober.

Sektor pekerjaan Asisten Rumah Tangga (ART) menjadi mayoritas dengan jumlah pekerja 146 orang. Selanjutnya terdapat profesi di bidang pertanian dan perkebunan sebanyak 29 orang, serta profesi lain seperti welder/fitter, operator produksi, dan perawat.

“Terdapat juga satu atau dua yang berprofesi sebagai pramugari dan teknisi pesawat,” katanya.

Baca juga: BKKBN Kepri gencarkan sosialisasi kontrasepsi sterilisasi MOW, MOP

Negara tujuan utama pekerja migran Batam yakni Singapura sebanyak 89 orang dan Malaysia sebanyak 82 orang.

“Selain itu ada negara tujuan lainnya, seperti Hong Kong, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Turki, dan lainnya,” kata dia.

Nurul menambahkan perbedaan angka dengan data yang dimiliki pihak Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Batam bisa terjadi karena sebagian pekerja berangkat melalui skema mandiri.

“Kalau ada selisih, biasanya itu yang melalui jalur mandiri, sementara kami mencatat yang terdaftar resmi,” kata Nurul.

Sebagai perbandingan, Disnaker Batam mencatat 269 pekerja migran resmi yang berangkat ke luar negeri pada tahun 2024.

Baca juga:
Lanal Ranai miliki 2 pos di Pulau Terluar Indonesia

Peningkatan kelas RSUD Tarempa perkuat layanan masyarakat

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE