Logo Header Antaranews Kepri

PLN Bangun Kabel Bawah Laut Rp431 Miliar

Kamis, 21 Maret 2013 20:07 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - PT Perusahaan Listrik Negara membangun kabel bawah laut Batam-Bintan senilai Rp431 miliar untuk menghubungkan listrik di dua pulau itu.

"Untuk kabel bawah laut Rp383, 5 miliar termasuk PPN. Sedang untuk sampai ke Tanjungpinang, Rp47,5 miliar lagi," kata Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji di Batam, Kamis.

Untuk pengerjaan pipa bawah laut itu, PLN bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang Viscas Corporation dan PT Karya Mitra Nugraha.

Diharapkan proyek itu akan selesai pertengahan 2014 atau 14 bulan setelah penandatanganan kontrak.

Menurut Nur, pembangunan jaringan bawah laut lebih efisien ketimbang membangun pembangkit listrik sendiri di Pulau Bintan, mengingat kebutuhan di pulau yang terdapat kawasan perdagangan bebas itu relatif kecil.

Pada siang hari, kebutuhan listrik Pulau Bintan hanya sekitar 43 megawatt, dan sedikit lebih besar pada malam hari.

"Bintan prospeknya luar biasa, tapi kelistrikan tertinggal. Kalau dijadikan satu dengan Batam, bisa membangun," kata dia.

Listrik ke Pulau Bintan itu disalurkan dari pembangkit listrik milik PT Pelayanan Listrik Nasional b'right Batam, anak perusahaan PLN Persero.

PLN Persero akan membeli listrik dari PLN Batam untuk disalurkan ke Tanjungpinang.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura mengatakan pihaknya menyiapkan beberapa pembangkit listrik untuk dijual ke Pulau Bintan, di antaranya pembangkit tenaga gas di Tanjunguncang dengan daya 120 megawatt dan PLTU Tanjungkasam unit 3 dan 4.

Nur mengatakan PLN Batam menjual listrik ke Tanjungpinang dengan keuntungan 16 persen dari BPP.

"Kami berterimakasih kepada PLN Persero, karena diberi untung 16 persen," kata dia.

Meski membeli listrik dengan harga keekonomian dari PLN Batam, nantinya PLN Persero tetap memberlakukan harga subsidi untuk warga Pulau Bintan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026