
Kelangkaan Solar di Batam Kembali Terjadi

Batam (Antara Kepri) - Kelangkaan solar bersubsidi pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali terjadi meski pada awal Maret sempat berhasil diatasi.
"Solar bersubsidi habis. Belum ada kiriman dari Pertamina. Mungkin sore baru ada," kata petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Top 100 Batuaji, Kota Batam, Heryana.
Ia mengatakan pada SPBU tersebut, hampir setiap sore hingga pagi selalu kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) terutama solar.
Seorang warga Batuaji, Petrus juga mengatakan beberapa SPBU kawasan Sagulung dan Batuaji kehabisan solar.
Sementara itu, di SPBU Samping Kantor PT Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Batam Centre, antrean panjang terjadi akibat beberapa SPBU lain kehabisan persediaan.
Antrean mobil yang rata-rata hendak mengisi solar tersebut hingga menutupi pintu masuk kantor pertamina dan gedung bersama Pemerintah Kota Batam yang berada sederet dengan SPBU.
Sementara untuk pompa premium dan pertamax cenderung lebih sepi dan tidak terjadi antrean panjang.
"Sudah sejak pagi antrean ini. Beberapa SPBU lain habis persediaan. Jadi semua lari kesini," kata seorang pengemudi truk yang antre untuk mengisi solar, Setiawan.
Ia mengatakan, seblum antre di SPBU tersebut sudah mendatangi beberapa SPBU termasuk Kapital Raya namun semua kehabisan persediaan.
Sales Area Manajer PT Pertamina Wilayah Kepri I Ketut Permadi sebelumnya mengatakan kuota solar dikurangi empat persen dari realisasi penyaluran 2012.
Realisasi penyaluran solar pada 2012 sebanyak 147.864 kiloliter. Artinya, kuota solar pada 2013 sebesar 141.954,24 kl.
Berbanding terbalik dengan solar, pasokan premium untuk Kepri ditambah empat persen dari realisasi tahun sebelumnya.
Ia mengatakan realisasi penyaluran premium pada 2012 sebesar 317.234 kl. Artinya, kuota 2013 menjadi 329.923 kl. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
