
PKS: Pemprov Kepri Perlu Canangkan Hari Laksa

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau Ing Iskandarsyah berpendapat pemerintah provinsinya perlu mencanangkan Hari Laksa sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada beras, dan meningkatkan pemanfaatan sagu sebagai bahan makanan pokok.
"Laksa merupakan makanan khas Melayu yang secara umum disukai masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Zat yang terkandung pada mie laksa sama seperti beras, karena terbuat dari sagu," kata Iskandarsyah, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri, di Tanjungpinang.
Ia mengatakan, ide untuk mendorong pemerintah menetapkan salah satu hari dalam setiap pekan sebagai hari mengganti nasi dengan makanan lain berdasarkan hasil reses di Kundur, Kabupaten Karimun.
Masyarakat merasa terlalu bergantung pada beras, sementara Kepri bukan wilayah penghasil beras.
Beras yang dikonsumsi masyarakat Kepri kebanyakan diimpor dari Thailand dan Vietnam. Sedangkan harga beras fluktuatif, bahkan cenderung mengalami kenaikan.
Harga beras dalam negeri lebih tinggi dibanding beras impor, karena itu pemerintah pusat memberi izin untuk impor beras khusus untuk Kepri. Namun tingkat ketergantungan yang besar menimbulkan kekhawatiran yang tinggi jika sewaktu-waktu beras mengalami kelangkaan.
"Selama ini kami melihat masyarakat terlalu bergantung pada beras, seolah-olah tidak kenyang atau merasa tidak nyaman jika tidak menikmati nasi. Padahal, makanan lain yang mengandung karbohidrat antara lain laksa,juga dapat dinikmati masyarakat," ujarnya.
Iskandar mengemukakan, laksa merupakan makanan tradisional yang lebih mudah dikembangkan di Kepri. Bahan baku utama laksa yaitu sagu juga lebih mudah ditumbuhkembangkan dibanding beras.
Beberapa kawasan di Karimun, Lingga dan Natuna sudah mulai mengembangkan sagu. Jika penanaman sagu digalakkan, dan disejalankan dengan "Laksa Day" (Hari Laksa), maka akan tercipta ketahanan pangan dengan produk dalam negeri.
Selain itu, kata dia, pengembangan perkebunan sagu juga akan menciptakan lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat serta daerah.
"Kami optimistis jika dalam sehari pada setiap minggu pemerintah melaksanakan 'Laksa Day', ketergantungan terhadap beras impor dapat berkurang," ujarnya.(Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
