
PKK Kepri Operasi Bimbing Sumbing

Batam (Antara Kepri) - Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Yayasan Hayandra dan PT Tempo Scan Pacific membantu operasi bibir sumbing kepada 27 orang penderita secara gratis, dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-41.
"Ini sebagai bentuk kepedulian PKK terhadap masyarakat di sekitar," kata Ketua Penggerak PKK Provinsi Kepri Aisyah Sani di Batam, Senin.
Sebanyak 27 penderita bibir sumbing berasal dari berbagai kabupaten kota di Kepri. Operasi dilakukan selama dua hari 13-14 Mei 2013 di Rumah Sakit Awal Bross.
Ia mengatakan ada banyak permasalahan kesehatan di Kepri yang belum bisa ditangani pemerintah karena berbagai keterbatasan. Maka, PKK sengaja turun tangan untuk membantu.
"Permasalahan kesehatan di Provinsi Kepri, tidak bisa diatasi hanya oleh pihak-pihak kesehatan semata. Karenanya kita dituntut untuk terus bahu membahu dalam mengatasinya," kata dia.
Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah, kata dia, ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalah yang terjadi di masyarakat.
"Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan ini, memberikan harapan cerah bagi kesembuhan saudara-saudara kita. Dengan demikian, mereka bisa tersenyum kembali sebagai senyum keluarga Indoesia yang sejahtera," kata dia.
Di tempat yang sama, Direktur RS Awal Bros Widiya Putri mengatakan awalnya terdapat 30 orang yang mendaftar untuk ikut dioperasi. Namun, hanya 27 di antaranya yang lolos seleksi.
Ketua Yayasan Hayandra Karina F Mungki mengatakan yayasannya tergerak membantu menciptakan senyum cerah anak Kepri dengan operasi bibir sumbing. Apalagi, kebanyakan penderitanya adalah warga kurang mampu.
Ia mengatakan bibir sumbing disebabkan kekurangan gizi saat masih dalam kandungan, sehingga saat bayi dilahirkan mengalami bibir sumbing.
Di Indonesia, kata dia, terdapat 6 ribu bayi yang dalam kondisi cacat bibir sumbing.
Pimpinan CSR Centre PT Tempo Scan Pacifik Suryoto mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, perusahaan itu sangat peduli pada kondisi masyarakat. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
