Logo Header Antaranews Kepri

KPK hadirkan Jamdatun Kejagung R. Narendra Jatna pada sidang Paulus Tannos di Singapura

Selasa, 3 Februari 2026 15:22 WIB
Image Print
Ilustrasi - Hakim tunggal Halida Rahardhini (kanan) memimpin sidang pembacaan permohonan praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi pada pengadaan E-KTP Paulus Tannos di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (10/11/2025). Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menunda sidang pembacaan permohonan praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi pada pengadaan E-KTP Paulus Tannos. ANTARA FOTO/Reno Esnir/sgd/bar

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan menghadirkan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung R. Narendra Jatna pada persidangan terkait ekstradisi Paulus Tannos di Singapura.

Persidangan tersebut merupakan kelanjutan dari proses ekstradisi yang secara resmi telah diajukan Pemerintah Indonesia pada 20 Februari 2025.

"Persidangan terdekat akan digelar di Singapura pada 4-5 Februari 2026 dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dari KPK. Dalam sidang tersebut, KPK menghadirkan ahli dari Kejaksaan Agung RI, yakni Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.

Baca juga: KPK periksa Kepala BPKAD Pati Febes Mulyono terkait kasus Bupati Pati Sudewo

Oleh sebab itu, Budi mengatakan KPK memastikan praperadilan yang diajukan kembali oleh buron kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tersebut tidak akan menghambat proses ekstradisi yang telah berjalan.

Budi menjelaskan KPK sebagai aparat penegak hukum yang menangani perkara Paulus Tannos telah berupaya proaktif dalam melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk ekstradisi

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2019, KPK menetapkan Paulus Tannos sebagai tersangka dalam pengembangan penyidikan kasus KTP-el yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun.

Namun, Paulus Tannos melarikan diri ke luar negeri dan mengganti identitasnya. Dia lantas dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron komisi antirasuah sejak 19 Oktober 2021.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPK hadirkan Jamdatun Kejagung pada sidang Paulus Tannos di Singapura



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026