
Waduk Gesek Kepri menyusut 1,6 meter dampak musim kemarau

Tanjungpinang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebut ketinggian air waduk Gesek, Kabupaten Bintan, yang menjadi salah satu sumber air bersih warga menyusut 1,6 meter akibat musim kemarau panjang.
"Ketinggian air menyusut signifikan dari 2 meter menjadi 40 centimeter," kata Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri Abdur Razak di Tanjungpinang, Sabtu.
Razak mengatakan kondisi terkini waduk Gesek sudah mulai terlihat gundukan tanah yang sebelumnya tertutup air, dampak tak ada turun hujan selama kurang lebih 38 hari terakhir.
Baca juga: Pemprov Kepri sekolahkan 58 dokter spesialis di tahun 2026
Meski demikian, perusahaan daerah/BUMD milik Pemerintah Provinsi Kepri itu tetap mengoperasikan waduk Gesek 1×24 jam guna mengaliri air bersih kepada pelanggan, hanya saja debitnya dikurangi imbas pasokan air terbatas.
Ia mengaku telah melakukan beberapa upaya agar distribusi air ke masyarakat tetap berjalan, di antaranya normalisasi atau penebasan di beberapa tali air (DAS) guna memperlancar aliran air ke waduk Gesek.
"Teman-teman dari Badan Wilayah Sungai (BWS) turut membantu perbaikan struktur bangunan pendukung waduk Gesek," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Natuna alokasikan dana subsidi bahan pokok senilai Rp700 juta
Selain itu, lanjut dia, PDAM juga mengambil skema berbagi distribusi air dengan waduk Sei Pulai, mengingat kondisi air waduk tersebut masih aman dengan ketinggian 2,52 meter dari sebelumnya 4 meter.
Ia memaparkan waduk Gesek yang sebelumnya melayani distribusi air hingga ke wilayah Tanjungpinang, kini dibatasi sampai di kilometer 10. Selanjutnya, dari batu 10 ke bawah, akan dilayani waduk Sei Pulai.
Razak menambahkan PDAM Tirta Kepri bekerja sama dengan Pemkot Tanjungpinang melalui BPBD, menyiapkan air dari waduk Sei Pulai untuk membantu warga terdampak kekeringan.
"Kami siapkan air, lalu diangkut BPBD menggunakan mobil tangki untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan," kata Razak.
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan waspada gelombang tinggi pada 17 Februari di Kepri
Sementara itu, Pemkot Tanjungpinang bersama masyarakat setempat melaksanakan shalat minta hujan atau Istisqa di lapangan Pamedan Ahmad Yani, Jumat (13/2).
Shalat sunnah tersebut diikuti Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Kepala OPD dan jajaran ASN, Forkopimda, tokoh agama, alim ulama, serta ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa (laki-laki dan perempuan).
"Hari ini, kita bersama-sama melaksanakan shalat Istisqa, bermunajat kepada Allah SWT agar diturunkan hujan secukupnya dan membawa keberkahan bagi Tanjungpinang," kata Raja Ariza setelah shalat Istisqa.
Raza Ariza menyebut Tanjungpinang sangat bergantung dengan Waduk Gesek, Sei Pulai dan ketersediaan air bawah tanah. Sementara, saat ini musim kemarau memicu penyusutan air waduk hingga mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.
Baca juga: BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PDAM Tirta Kepri: Waduk Gesek menyusut 1,6 meter dampak musim kemarau
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
