Logo Header Antaranews Kepri

Ansor Batam: Pemerintah Lamban Respon Kabut Asap

Sabtu, 22 Juni 2013 10:30 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Ketua Penasehat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Eddy Prasetyo Kota Batam menyayangkan lambannya pemerintah setempat menyikapi kabut asap yang melanda hampir sepekan terakhir.

"Pemerintah Kota tidak tanggap terhadap bahaya kabut yang mengancam warganya. Lihat negara tetangga Singapura dan Malaysia, kabutnya berasal dari tempat yang sama, harinya sama tetapi mereka bertindak cepat untuk warganya" kata dia di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan, di Singapura dan Malaysia anak-anak sekolah sudah di liburkan akibat kabut asap yang terus menyelimuti.

"Ada imbauan untuk warganya agar tidak keluar rumah. Disini, masker saja lambat untuk membagikan" lanjut Eddy.

Eddy meminta pemerintah segera bertindak, agar kabut asap kiriman dari Sumatra daratan tidak menimbulkan banyak korban.

Ia mengatakan, mulai Jumat (21/6) Gerakan Pemuda Ansor Kota Batam telah membagikan ribuan masker gratis pada pengendara motor sebagai respon antas semakin tebalnya kabut asap akibat kebakaran di Sumatra daratan yang mengarah ke Batam.

"Mulai Jumat kemarin, kami membagikan masker sebagai bentuk dari kepedulian dan respon pemuda Ansor atas kabut kiriman dari provinsi Riau yang sangat membahayakan masyarakat. Masker dibagikan atas sumbangan dari sahabat-sahabat Ansor Kota Batam," kata Ketua GP Ansor Kota Batam Candra Ibrahim.

Ia mengatakan, kabut asap yang telah menyelimuti Batam selama 4 hari terakhir ini, di khawatirkan dapat membahayakan kesehatan warga Batam.

"Masker ini kami harapkan bisa meminimalisasi bahaya dari asap yang terhirup masyarakat terutama saat berkendara," kata Candra.

Berdasarkan pernyataan dari BMKG Hang Nadim, kabut asap yang menyelimuti membuat jarak pandang terbatas hanya di bawah 500 meter.

Di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Kamis dan Jumat sejumlah penerbangan di batalkan.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026