Logo Header Antaranews Kepri

BPBD Natuna intensifkan patroli dan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan

Senin, 13 April 2026 16:12 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika (tengah) saat berdiskusi dengan masyarakat tentang bahaya karhutla di Natuna, pada April 2026. ANTARA/HO-BPBD Natuna

Natuna (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengintensifkan patroli dan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah pencegahan dan mitigasi.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika, di Natuna, Senin, mengatakan pada awal 2026 Pemkab Natuna menetapkan status siaga darurat untuk bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan abrasi.

Selanjutnya, pada 26 Maret 2026, status tersebut ditingkatkan menjadi tanggap darurat akibat cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla. Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan hingga memicu kebakaran dengan luas mencapai ratusan hektare.

Namun, sejak 2 April 2026, status kembali diturunkan menjadi siaga darurat karena kondisi karhutla mulai mereda berkat upaya penanganan di lapangan.


Baca juga: Pemprov Kepri terus tingkatkan pendapatan asli daerah di tengah tantangan fiskal


“Sekarang status kita siaga darurat. Kegiatan yang kita fokuskan adalah pencegahan dan mitigasi melalui sosialisasi kepada masyarakat serta patroli rutin untuk memantau kondisi di lapangan,” ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini, vegetasi di Natuna sedang mengering akibat El Nino yang menyebabkan berkurangnya hari hujan, khususnya pada Maret, sehingga meningkatkan risiko kebakaran.

“Jika terpaksa membakar, lakukan dengan cara yang aman, seperti menebas terlebih dahulu, mengumpulkan sisa tebasan di satu titik, lalu membakarnya dengan pengawasan agar tidak merembet,” ujar dia.

BPBD juga mendorong pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan untuk turut melakukan patroli. Hal ini penting agar kebakaran dapat dicegah dan apabila terjadi segera bisa ditangani sebelum meluas.

“Kami melakukan patroli menggunakan sepeda motor dan memantau titik api melalui aplikasi Si Pongi. Selain itu juga ada pembuatan sumur di lokasi kebakaran, sebagai langkah mitigasi guna mempermudah pengambilan air saat terjadi kebakaran. Sumur dibuat oleh Balai Wilayah Sungai Sumatra,” katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Natuna intensifkan patroli dan sosialisasi bahaya karhutla



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026