Logo Header Antaranews Kepri

STIE Minta Mahasiswa Tiru Gerakan Kepri Mengajar

Minggu, 28 Juli 2013 22:21 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Tanjungpinang mendorong mahasiswanya untuk meniru Gerakan Kepri Mengajar yang dilaksanakan Komunitas Bakti Bangsa.

"Kami memberi apresiasi atas aktivitas politif yang dilakukan Komunitas Bakti Bangsa. Kami ingin mahasiswa melakukan hal yang sama, memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat," kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang Sari Wahyunie saat membuka seminar perbatasan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa STIE dan Komunitas Bakti Bangsa, Sabtu.

Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Bakti Bangsa, kata dia telah melaksanakan fungsinya sebagai mahasiswa di tengah masyarakat. Saat ini, tidak banyak organisasi yang dikelola mahasiswa yang melaksanakan program mengentaskan buta aksara.

"Gerakan Kepri Mengajar merupakan upaya yang cerdas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kepri," ungkapnya.

Sari mengemukakan, salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat yang tinggal di kawasan di perbatasan adalah pendidikan dan perekonomian. Wilayah perairan di Kepri yang mencapai 96 persen menimbulkan permasalahan tersendiri bagi pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan mutu pendidikan.

Permasalahan kemiskinan di kawasan perbatasan juga menjadi permasalahan yang menjadi perhatian berbagai pihak. Masyarakat kurang mampu tidak dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

"Permasalahan peningkatan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendidikan," katanya.

Sementara itu Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri Eva Fransiska mengatakan, aktivis Komunitas Bakti Bangsa merupakan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang juga berprofesi sebagai guru TK dan SD. Pengalaman selama mengajar di sekolah diberikan kepada anak-anak yang mengikuti program Gerakan Kepri Mengajar.

"Kami sudah memberikan pendidikan gratis di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang selama satu tahun terakhir. Ada ratusan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mengikuti program ini," kata Eva, yang juga mahasiswa semester akhir Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMRAH.

Pengajar muda dari organisasi yang dipimpinnya itu juga melaksanakan pendidikan gratis di perbatasan. Selain memberikan ilmu pengetahuan umum, pengajar muda juga menanamkan rasa nasionalisme kepada masyarakat yang tinggal di 19 pulau terdepan.

"Jika kita tidak memulai duluan untuk peduli terhadap permasalahan pendidikan, siapa lagi yang akan peduli? Kami hanya melakukan hal-hal kecil, yang kemungkinan bisa dikembangkan lebih besar oleh organisasi lainnya," ujarnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026