
KPU Tanjungpinang Masih Perbaiki DPS

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, masih memperbaiki daftar pemilih sementara (DPS) antara lain dengan menghapus pemilih ganda, dan nama yang orangnya telah menjadi anggota TNI atau Polri.
"Hasil perbaikan DPS ditetapkan pada 16 Agustus 2013. Kemudian DPS hasil perbaikan diverifikasi kembali sebelum ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap pada September 2013," kata Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, Selasa.
Robby menambahkan, petugas pemutakhiran data pemilih kembali melaksanakan tugasnya memperbaiki data pemilih sementara setelah libur Lebaran. Berdasarkan hasil sementara pemeriksaan terdapat kekeliruan data calon pemilih.
Kesalahan data calon pemilih di DPS antara lain, pemilih ganda, orang yang telah meninggal masih terdaftar, serta orang yang sudah menjadi anggota TNI dan Polri yang terdaftar sebagai calon pemilih.
Pemilih ganda terjadi akibat orang yang pindah rumah terdaftar sebagai pemilih sementara di dua tempat. Hal itu terjadi karena calon pemilih tidak melapor ke petugas RT/RW saat pindah rumah atau mungkin petugas RT/RW yang lalai.
Selain permasalahan itu, lanjutnya, pemekaran tempat pemungutan suara (TPS) juga menimbulkan permasalahan baru dalam pendataan pemilih dan penyebaran pemilih di TPS terdekat. Tetapi KPU Tanjungpinang merasa optimisitis permasalahan itu dapat teratasi.
Calon pemilih diharapkan tidak bingung jika TPS-nya berubah, karena lokasinya tidak akan jauh dari TPS pada Pilkada Tanjungpinang 2012. Jika calon pemilih tidak mengetahui lokasi TPS, maka dapat bertanya kepada pengurus RT/RW atau petugas pemutakhiran data pemilih.
"Kami berharap kesalahan-kesalahan yang ditemukan di lapangan terungkap sebelum calon pemilih ditetapkan sebagai pemilih tetap. Untuk membersihkan daftar pemilih tetap dari kesalahan, dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawasi dan melaporkannya ke petugas pemutakhiran data pemilih," ujarnya.
Menurut dia, daftar pemilih merupakan salah satu objek yang menjadi perhatian serius KPU Tanjungpinang. Hal itu disebabkan dalam beberapa pesta demokrasi di Tanjungpinang maupun kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau, permasalahan daftar pemilih selalu menjadi objek bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk menggagalkan hasil pemilu.
"Kami harus mengantisipasinya sejak awal agar hasil pemilu dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
