Logo Header Antaranews Kepri

BI: Perekonomian Kepri Triwulan II-2013 Melambat

Selasa, 27 Agustus 2013 07:29 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan II-2013 melambat atau tumbuh hanya 5,17 persen ketimbang 7,96 persen pada triwulan sebelumnya, dan lebih rendah pula daripada 5,81 persen pertumbuhan ekonomi nasional "year on year" (yoy).

"Penurunan tersebut diprakirakan terutama dampak dari perlambatan ekonomi global yang mengurangi aktivitas perdagangan internasional seperti ekspor, investasi, serta industri pengolahan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri) Amanlison Sembiring di Batam, Selasa.

Menurut Amanlison, penyebab lain, sebagaimana terkonfirmasi di sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah rumah tangga terpaksa mengurangi konsumsi nonmakan akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Penurunan konsumsi nonmakanan berdampak ke perlambatan kredit konsumsi selama dua bulan terakhir triwulan II-2013, sedangkan rendahnya investasi terpantau dari penurunan kredit investasi sejak triwulan III-2012.

Di sisi lain, indikator kesejahteraan masyarakat yang antara lain tercermin dari nilai tukar petani juga menunjukkan penurunan pada triwulan II/2013.

BI Kepri memprakirakan pertumbuhan perekonomian dan laju inflasi Kepri meningkat pada triwulan III-2013 atau akan dikisaran 7,74 persen-8,14 persen (yoy), naik daripada triwulan II-2013 (5,17 persen, yoy) sejalan dengan potensi meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Diprakirakan pula, laju inflasi meningkat pada triwulan II-2013 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,07 persen (yoy) dengan memperhitungkan kenaikan inflasi yang signifikan pada Juli 2013 akibat peningkatan konsumsi masyarakat pada bulan puasa menjelang Lebaran, serta masih berlanjutnya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Amanlison mengemukakan, secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Kepri diprakirakan 7,30 persen-7,70 persen (yoy) seiring asumsi perbaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2013. Namun, akan masih di bawah level pada tahun lalu yang mencapai 8,21 persen (yoy).

Mengenai inflasi Kepri sampai dengan akhir 2013, BI memprakirakan lebih tinggi daripada tahun lalu sebesar 2,38 persen (yoy) sehingga berbagai pengendaliannya dengan menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan makanan perlu lebih diintensifkan, kata Amanlison. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026