
Pemkot Gusur PKL Jodoh Karena Rusak Jalan

Batam (Antara Kepri) - Wakil Wali Kota Batam Rudi menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menggusur pedagang kaki lima di sekitar pasar buah Jodoh karena merusak Jalan Duyung yang dilewati kendaraan berat industri.
"Kirim surat ke Satpol agar ditertibkan, karena merusak jalan," kata Wakil Wali Kota usai inspeksi mendadak di Batam, Jumat.
Ia mengatakan Jalan Duyung harus bersih dari PKL dan parkir kendaraan, demi keindahan dan tidak merusak jalan. Selama ini Jalan Duyung kerap kali rusak.
Perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah hanya berusia singkat, karena usai diperbaiki kembali rusak.
"Ini jalur umum, bukan untuk dagang," kata Wakil Wali Kota.
Mengenai perbaikan Jalan Duyung, Wali Kota memastikan akan selesai sebelum tengah malam ini, sesuai dengan janji pengembang kepada pemerintah, rampung pada 5 Oktober 2013.
"Saat ini masih dikerjalan, jam 12.00 akan selesai, tinggal ngecor," kata dia.
Kontraktor yang mengerjakan Jalan Duyung, Batam, PT Aditya Kontraktor berkomitmen mempercepat penyelesaian perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena kondisi jalan berlubang, berlumpur dan becek.
Sebenarnya, kata dia, sesuai kontrak, masa pengerjaan proyek selesai November 2013. Namun, pihak kontraktor sendiri menargetkan selesai lebih cepat, semestinya September rampung.
Perbaikan Jalan Duyung didanai Rp3,097 miliar dari APBD Provinsi kepulauan Riau.
Sementara itu, warga Batam, Dedi mengatakan kondisi Jalam Duyung sangat memprihatinkan. Jalan berlubang besar dan digenangi air serta lumpur saat hujan sehingga pengendara harus lebih berhati-hati.
"Jalan ini tidak pernah rapi lama. Baru diperbaiki, rusak lagi. Begitu terus, karena ini dilalui trailer-trailer besar dan berat. Pemerintah harus memikirkannya, supaya tidak sebentar-sebentar perbaiki, perbaiki," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
