Logo Header Antaranews Kepri

Tanjungpinang Didatangi Warga Asing Pencari Suaka

Senin, 7 Oktober 2013 20:54 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau didatang para warga asing pencari suaka sejak sebulan terakhir dari Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.

"Sejak 11 September hingga 7 Oktober 2013, sudah ada 42 orang imigran yang datang ke Tanjungpinang dan 'sengaja' menyerahkan diri setelah sampai di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Hari ini ada delapan orang yang diamankan," kata Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpinang, Kenedi, di Tanjungpinang, Senin.

Kenedi mengatakan, banyaknya warga asing yang berasal dari Afghanistan dan Pakistan itu datang ke Tanjungpinang dinilai akan menimbulkan masalah baru, karena terbatasnya tempat penampungan Imigrasi.

"Jelas ini akan menimbulkan masalah baru dan kami sudah berkoordinasi dengan kantor pusat serta pihak pengamanan Bandara Soekarno-Hatta, agar para imigran yang akan menuju Tanjungpinang bisa digagalkan," ujarnya.

Kenedi mengatakan tidak mengetahui secara pasti mengapa para imigran tersebut datang dan sengaja menyerahkan diri di Tanjungpinang.

"Kami masih menyelidiki motifnya, apakah ada pihak-pihak yang sengaja mendatangkan mereka ke Tanjungpinang dengan iming-iming tertentu," katanya.

Menurut Kenedi, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Imigrasi pusat serta pihak Bandara Soeta, agar para imigran tersebut tidak terus menerus berangkat menuju Tanjungpinang.

"Kami juga harapkan pihak maskapai penerbangan terutama Lion Air dan Sriwijaya Air yang membawa mereka ke Tanjungpinang tidak hanya mengedepankan bisnis, tetapi juga mengedepankan keamanan," katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang, Surya Pranata juga mengatakan pihak keamanan Bandara Soeta bisa menghentikan "pengiriman" para imigran tersebut ke Tanjungpinang tanpa pengawalan pihak terkait atau berangkat resmi.

"Seharusnya pada saat mereka 'check in' bisa diamankan, karena para imigran tersebut tidak bisa berangkat tanpa pengawalan meski mereka mengaku memiliki kartu pencari suaka dari UNHCR. Kartu itu tidak jaminan untuk mereka bisa bepergian dengan menggunakan peswat menuju sejumlah daerah di Indonesia," tegas Surya.

Ditambahkan Surya, saat ini kapasitas Rudenim Tanjungpinang sudah mulai penuh dengan jumlah imigran sebanyak 389 orang.

"Besok Selasa (8/10) akan ada lagi tambahan 24 orang imigran yang dikirim dari Cilegon, Banten sehingga kapasitas Rudenim sudah 400 orang lebih," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Antara, diduga ada pihak-pihak yang sengaja mengkoordinir para imigran tersebut untuk menuju Tanjungpinang dengan alasan pengurusan untuk penempatan ke negara ketiga lebih cepat.

Selain ke Tanjungpinang, para imigran tersebut juga diketahui berangkat dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau dan menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi atau Rudenim Pekanbaru.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026