
BI Batam Prediksi Inflasi November 0,3 Persen

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Batam memprediksi inflasi bulanan (month to month) Provinsi Kepri pada November 2013 mencapai 0,20 persen hingga 0,30 persen akibat hambatan pada pasokan makanan, terutama cabai.
"Tekanan inflasi diperkirakan datang dari risiko tersendatnya pasokan bahan makanan, tekanan pada nilai rupiah dan kenaikan konsumsi menjelang akhir tahun," kata Deputi Direktur BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Rabu.
Penghentian operasi kapal Pelni dari dan ke Sumatera Utara diperkirakan akan sedikit mengganggu distribusi bahan makanan.
Tim Pengendali Inflasi Daerah meminta pemerintah bekerjasama untuk memastikan kecukupan pasokan makanan dari daerah penghasil unuk memetakan sumber pasokan dan pelaku perdagangan komoditas bahan makanan di provinsi terdekat.
BI mencatat selain harga cabai, kenaikan tarif tukang bukan mandor dan tarif taksi di batam sebagai penyumbang angka inflasi. Kenaikan tarif tukang bukan mandor sejalan dengan kenaikan harga properti karena pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM.
Pelemahan nilai rupiah juga mendorong kenaikan harga jual mobil rata-rata 1,75 persen, kata dia.
Khusus untuk Tanjungpinang, BI memperkirakan akan terjadi deflasi yang diakibatkan oleh penurunan berbagai harga komoditas di antaranya emas perhiasan, bawang merah dan sayuran.
"Emas perhiasan turun seiring dengan penuruan harga emas dunia dan sedikit menguatnya nilai tukar rupiah pada Oktober," kata dia.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,27 persen pada Oktober 2013.
Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumagar Hutahuruk mengatakan inflasi di Batam cukup rendah dibanding September 2013 yang mencapai 0,53 persen.
Hutahuruk menambahkan, indeks harga konsumen di Batam pada Oktober 2013 naik menjadi 136,04 dari 135,67 pada September. Hal itu yang menyebabkan terjadinya inflasi sebesar 0,27 persen.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
