
Kesejahteraan Guru Perlu Ditingkatkan

PERAYAAN Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di tingkat Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau diharapkan bisa menjadi momentum untuk peningkatan kesejahteraan guru di kabupaten itu.
Pendidikan bermutu membutuhkan guru yang sejahtera dan bermartabat. Hal tersebut dianggap sangat penting mengingat guru merupakan komponen strategis yang meletakkan dasar yang tegas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selama ini, gaji dan tingkat kesejahteraan guru di Kepulauan Anambas hanya rata-rata saja. Pasalnya gaji yang diterima guru dianggap pas-pasan jika dibandingkan dengan biaya hidup di Kabupaten yang memiliki indeks kemahalan tertinggi di Kepri ini.
Jangan pernah terlambat memenuhi hak-hak guru. Itu sangat penting karena guru adalah komponen terpenting bangsa ini, ujar Camat Siantan, Ardan yang juga sebagai pembina PGRI Tingkat Kecamatan yang bertindak sebagai Pembina Upacara HUT PGRI di SMP Negeri 2 Siantan, Senin.
Selain itu PGRI untuk terus mengingatkan pemerintah agar terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar di Kabupaten ini, katanya.
Kesejahteraan guru harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pemerintah, apa lagi di kepulauan Anambas yang serba mahal ini. Saya rasa kesejahteraan guru harus mendapat perhatian serius pemerintah. Memang benar kita digaji, tapi selama ini gaji yang didapat hanya pas-pas saja, karena seperti kita tahu di Anambas ini serba mahal. Kontrakan mahal, biaya makan mahal, pokoknya semua mahal, jelas Aziz ketua PGRI kecamatan Siantan.
Sebagai pria yang telah 25 tahun mengabdi sebagai guru di beberapa pulau yang tersebar di Kepulauan Anambas menilai, pemerintah harus lebih serius memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik di Anambas.
Menurut data yang disajikan Aziz, gaji plus tunjangan seorang guru PNS yang sudah memasuki golongan III mencapai angka Rp8 Juta. Gaji tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) yang mendapatkan SK Bupati yang hanya berkisar Rp1,8 Juta hingga Rp2,1 Juta.
Sedangkan untuk honor sekolah yang digaji dengan dana BOS hanya maksimal Rp500 Ribu. Jika memperhatikan hal tersebut, memang tampak sekali perbedaan yang mencolok antara gaji guru-guru di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Diakuinya hal tersebut sudah pernah disampaikan kepada PGRI tingkat Kabupaten, untuk kemudian ditindaklanjuti. Dari 300 guru yang ada di Kecamatan Siantan, gajinya sangat bervariasi. Hal ini sudah kita sampaikan kepada PGRI Kabupaten. Kita sekarang tergantung mereka, apakah akan segera diselesaikan atau masih menunggu, ujarnya lagi.
Namun Aziz berani menjamin, kendati tidak mendapatkan kesejahteraan yang tinggi, namun tidak mengganggu kualitas mengajar tenaga pendidik di Anambas.
Karena menurut Aziz, dalam benak guru sudah ditanamkan bagaimana mengajar tanpa mengharapkan pamrih materi yang berlebihan.
Tidak mengganggu kualitas mengajar. Tapi saya rasa pengabdian tersebut seharusnya tetap harus diganjar dengan kesejahteraan dan imbalan materi yang memadai, jelasnya.
Ketua PGRI Kepulauan Anambas, Afandi Majid mengatakan, HUTR PGRI ke 68 ini memang diharapakan bisa menjadi wadah untuk mengakomodasi segala permasalahan yang ada di kalangan guru, khususnya tingkat Kecamatan.
PGRI ini kan wadah aspirasi. Jadi kita menampung setiap keluhan dan permasalahan yang ada. Selama ini kan HUT PGRI kita adakan di tingkat kabupaten, sehingga yang datang hanya perwakilan. Sekarang kita adakan ditingkat Kecamatan, agar semua bisa datang dan memberikan aspirasinya dalam suasana keakraban yang dibangun dalam HUT ini, Jelas Afandi.
Menyikapi masalah kesejahteraan guru, Afandi mengakui sudah berkoordinasi dengan dinas Pendidikan Anambas. Menurutnya saat ini dinas sedang menggodok solusi yang bisa ditempuh agar kesejahteraan guru di kabupaten ini bisa meningkat.
Sudah kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Sekarang mereka sedang menggodok, terutama mengenai peningkatan kesejahteraan guru honor sekolah yang selama ini gajinya masih dibawah. Semoga tahun mendatang bisa lebih diperbaiki, pungkas Afandi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
