Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Tarik 4.000 KSB Terbengkalai

Senin, 9 Desember 2013 23:46 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menarik sekitar 4 ribu dari 41.967 kapling siap bangun (KSB) di Batam karena tidak dibangun oleh penerima alokasinya.

"Kami sudah verifikasi dan ada sekitar 4.000 unit KSB yang tidak dibangun, sehingga kami tarik untuk dialokasikan bagi warga penghuni rumah tidak berizin yang akan ditertibkan," kata Direktur Pemukiman, Lingkungan dan Agrobisnis BP Batam, Tato Wahyu di Batam, Senin.

Ia mengatakan, saat ini banyak hunian tidak berizin yang akan ditertibkan, sehingga membutuhkan banyak lahan untuk menempatkan warga-warga tersebut.

"Karena BP Batam sudah tidak lagi mengalokasikan lahan untuk kavling, maka kavling yang ditarik tersebut yang diberikan pada masyarakat yang digusur," katanya.

Tato mengatakan, sebelum memutuskan untuk menarik kavling-kavling tersebut, pihaknya sejak 2012 melakukan pendataan lagi dan verifikasi ulang mengenai kepemilikannya.

"Kami sangat teliti untuk meverifikasinya, kami tidak ingin ada kesalahan yang mengakibatkan tuntutan pada BP Batam karena masalah lahan sangat sensitif," kata Tato.

Sebelumnya, BP Batam menyatakan pihaknya sudah menyelesaikan sekitar 10 ribu kepengurusan legalitas kavling siap bangun dari sekitar 41 ribu yang diregistrasi ulang untuk memastikan alokasi lahan dibangun oleh pemiliknya.

Ia mengatakan, sisanya sekitar 31-33 ribu lainnya masih dalam proses verifikasi sebelum dikeluarkan surat keterangan bagi penerima alokasinya.

Tato mengatakan, sebenarnya BP Batam sudah memberikan kemudahan kepengurusan dengan membentuk posko registrasi. Namun tetap saja banyak yang dokumennya tidak dilengkapi.

Bagi yang belum melengkapi syarat kepengurusan kavling, Tato meminta agar penerima alokasi segera mengurus di kantor BP Batam agar tidak ditarik karena dianggap tidak dibutuhkan.

"Petugas kami banyak dan dalam sehari bisa mengurus hingga 100 berkas," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026