
Relokasi Pasar Tos 3000 Terkendala Lahan

Batam (Antara Kepri) - Relokasi pedagang pasar kaget Tos 3000, Nagoya masih terkendala lahan karena Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau belum mendapatkan kepastian tempat pemindahan pasar, kata Wakil Wali Kota Batam Rudi di Batam, Senin.
"Sekarang masih terkendala lokasi untuk relokasi. Belum dapat tempat, kata Wakil Wali Kota.
Rencananya, pedagang Pasar Tos 3.000 akan dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh, yang dibangun Badan Pengusahaan Batam (BP/ Otorita Batam), namun, hingga kini belum mendapatkan kepastian dari BP Batam.
Wakil Wali Kota mengatakan akan segera mengajak BP Batam untuk mendiskusikan masalah itu, karena sampai saat ini Pasar Induk Jodoh masih menjadi aset BP Batam.
"Segera akan kami dudukan bersama," kata Wakil Wali Kota.
Relokasi Pasar Tos 3.000 diperlukan demi keasrian kota, karena pasar kaget itu menggunakan banyak badan jalan.
Menurut dia, Pasar Induk Jodoh adalah lokasi yang cocok untuk relokasi Pasar Tos 3.000. Mengingat pasar induk yang dibangun di pusat bisnis Jodoh itu terkesan terbengkalai karena baru sedikit ditempati pedagang.
Pemkot berkeinginan menjalin nota kesepahaman dengan BP Batam dalam mengelola Pasar Induk menjadi tempat yang nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Pemkot bahkan berencana mendesain ulang Pasar Induk Jodoh.
"Kami akan mendata pedagang dan menelaah berapa kapasitas Pasar induk, untuk pedagang. Bagi pedagang yang pindah ke Pasar Induk, akan dibebaskan dari retribusi," kata dia.
Pemerintah kota juga berencana untuk menggandeng pihak swasta untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya untuk membantu tempat berjualan, khususnya pedagang makanan.
Selain itu, Pemkot Batam juga menggandeng pihak perbankan untuk menyalurkan pinjaman bunga rendah untuk pedagang.
"Kami gandeng bank seperti BRI dan lainnya. Kami ingin kawasan itu tertata dan pedagang berkembang," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar Koperasi dan Usaha Kecil Kota Batam, Pebrialin mengatakan terdapat sekitar 700 orang pedagang yang berjualan di Pasar Tos 3.000. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
