Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Siapkan Tujuh Proyek Unggulan

Minggu, 2 Februari 2014 20:43 WIB
Image Print
Sejumlah pekerja sedang beraktivitas di Proyek Pemanjangan Dermaga Utara, Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Batam pekan lalu. Proyek ini merupakan satu dari tujuh proyek unggulan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dikerjakan PT Wijaya Karya (WIKA) itu d

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan tujuh proyek unggulan untuk mempertahankan kelebihan Pulau Batam dan sekitarnya sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas, serta tempat investasi utama kawasan Asia Pasifik.

"Proyek tersebut di antaranya pembangunan jembatan Batam-Bintan, pengembangan koridor jalan tol, kereta api monorel, dan yang sekarang sudah dioperasikan yaitu pusat perbaikan dan perawatan pesawat milik Lion Group," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Minggu.

Rencana proyek lain, kata dia, pembangunan Pelabuhan Alih Kapal Tanjungsauh, perluasan Pelabuhan Batuampar, pembangunan waduk air bersih dan pembangunan landas pacu dan terminal kedua Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, kata dia, bertujuan meningkatkan investasi dan pertumbuhan dua wilayah yang berstatus sebagai kawasan bebas.

Sementara pembangunan jalan tol untuk mempermudah akses barang-barang produksi dari pelabuhan ke kawasan-kawasan industri Batam.

"Untuk monorel direncanakan sebagai sarana transportasi massal dari kawasan pemukiman menuju ke kawasan industri, sehingga mempermudah akses transportasi pekerja," kata Djoko.

Sementara untuk proyek perbaikan pesawat, kata dia, BP Batam menyiapkan lahan 150 hektare di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Selain Lion, Garuda Maintenance Facility, PT Ilthabi dan Sriwijaya Air juga berencana membangun pusat perawatan pesawat di Batam," kata dia.

Proyek yang saat ini sudah di kerjakan, kata dia, adalah perluasan Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar berkapasitas 650.000 TEUS serta pembagunan waduk air bersih di Tembesi untuk memenuhi kebutuhan air di Batam.

Djoko mengatakan, proyek-proyek pengembangan sarana dan prasarana/infrastruktur tersebut direncanakan sudah terealisasi dalam lima tahun ke depan.

"Proyek-proyek tersebut diharapkan tetap menjadikan Batam memiliki keunggulan dan menjadi tujuan utama investasi," kata dia.

Ia berharap, pada 2014 kondisi Batam akan terus kondusif sehingga rencana-rencana pembangunan tersebut akan terealisasi.

Selain itu, kata dia, target investasi asing sebesar 350 juta dolar AS akan tercapai meski pada 2014 masuk tahun politik. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026