Logo Header Antaranews Kepri

Roro Selat Beliah-Parit Rampak segera Beroperasi

Sabtu, 8 Februari 2014 09:45 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kapal Muatan Roro Kundur yang melayani pelayaran Selat Belia, Tanjung Batu-Parit Rempak, Tanjungbalai akan segera beroperasi untuk membuka akses lintas transportasi darat di dua daerah di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau itu.

"Rencananya pekan depan akan diresmikan Roro KM Kundur, dan itu langsung operasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Muramis di Batam, Sabtu

Dengan pelayaran itu, maka diharapkan dapat membuka jalur transportasi darat yang disambung dengan kapal roro antara dua pulau itu. Karena selama ini, transportasi hanya bisa terlayani melalui laut.

Selain itu, pembukaan pelayaran baru untuk roro diharapkan dapat mempermudah distribusi pasokan barang, sehingga menekan harga di dua lokasi.

"Harga barang bisa ditekan, karena kapal roro bisa bawa mobil, sehingga barang-barang bisa didistribusikan langsung," kata dia.

Muramis mengatakan KM Kundur pemberian dari pemerintah pusat senilai Rp37 miliar itu mampu mengangkut 22 unit mobil dan 120 unit motor.

Rencananya, untuk tahap awal, Roro KM Kundur akan berlayar empat kali sepekan untuk melayani kebutuhan warga.

"Kalau lancar, kami akan menambah lagi pelayarannya dari Selat Belia-Parit Rempak langsung ke Batam. Enam hari penuh pelayaran," kata dia.

Pemprov Kepri menargetkan seluruh kabupaten kota dapat terhubung melalui pelayaran dan transportasi darat yang disambung dengan roro untuk memudahkan lintas barang dan manusia.

Hingga saat ini, dari tujuh kabupaten kota di Kepri, sudah lima kabupaten yang terhubung kapal roro yaitu Batam, Bintan, Tanjungpinang, Lingga dan Karimun.

"Tinggal Anambas dan Lingga yang belum ada roro," kata dia.

Pembangunan pelayaran roro di Kabupaten Kepulauan Anambas, kata dia, sudah memasuki tahap dua. Sedangkan ke Natuna, direncanakan dimulai tahun 2015.

"Kalau itu sudah jalan, pelayaran roro sambung menyambung ke seluruh kabupaten kota," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026