
PLN Batam Percepat Perawatan PLTU Hindari Pemadaman

Batam (Antara Kepri) - PT Pelayanan Listrik Nasional (bright PLN) Batam berupaya mempercepat perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungkasam agar produksi listriknya kembali normal untuk menghindari pemadaman listrik bergulir yang kini sedang terjadi.
"Dalam jangka pendek, kami berupaya keras, fokus melakukan percepatan perawatan PLTU Tanjung Kasam," kata Sekretaris Perusahaan bright PLN Batam Agus Subekti di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.
Ia mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari pemadaman listrik bergulir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pulau Batam.
Namun, menurut dia, selain upaya keras anak perusahaan PLN (Persero) itu, masyarakat bisa membantu meminimalkan pemadaman listrik bergulir dengan cara berhemat.
Ia meminta masyarakat mengurangi penggunaan listrik hingga 100 watt per pelanggan per hari. Jika itu dilakukan, maka dapat mengurangi defisit pasokan secara signifikan.
"Kami berharap pelanggan dapat melakukan penghematan listrik minimal 100 watt per pelanggan yang akan signifikan mengurangi pemadaman terutama pada saat beban puncak jika ini dilakukan secara masal," kata dia.
Pemeliharaan PLTU Tanjungkasam menyebabkan produksi listrik bright PLN Batam berkurang hingga defisit 35 megawatt (MW) dari kebutuhan masyarakat saat beban puncak yang mencapai 320 MW.
"Kami berharap upaya penghematan listrik oleh konsumen direspon oleh masyarakat," kata dia.
Sementara itu, ia mengatakan bright PLN Batam sudah berupaya melakukan berbagai efesiensi, terutama dengan menggunakan pembangkit "fuel mix" gas dan batu bara.
Ia mengatakan 70 persen dari seluruh pembangkit yang memasok kelistrikan Batam menggunakan gas sebagai sumber energi primernya. Sedangkan sisanya menggunakan batu bara.
Menurut Agus, "fuel mix yang terdiri dari gas dan batu bara menjadi kombinasi terbaik pembangkit listrik di Indonesia.
Bright PLN Batam meminimalkan penggunaan mesin diesel, karena besarnya biaya produksi yang mencapai Rp 2.805 per kwh, di atas harga jual rata-rata bright PLN Batam sekitar Rp. 1.214 per kWh.
"Sebagai perbandingan BPP listrik menggunakan energi gas dan batubara sekitar Rp. 1.229 per kwh. Biaya tersebut jauh lebih murah ketimbang BPP minyak yang mencapai Rp 2.805 per kwh," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
