
Dua Mayat Mengapung dalam Kapal Tangkapan BC

Karimun (Antara Kepri) - Dua mayat diketahui bernama Sabri dan Adi, Kamis, ditemukan di atas Kapal Motor Preheten, kapal penyelundup 750 karung bawang merah asal Malaysia tujuan Dumai, Riau yang ditangkap aparat Bea Cukai Kepulauan Riau pada 29 April 2014.
Mayat Adi dan Sabri, keduanya berusia 16 tahun, ditemukan tewas mengapung dengan tubuh berlumur oli dalam kamar mesin KM Preheten yang sandar di dermaga Pos Ketapang Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.
Informasi diperoleh, Adi merupakan ABK KM Kurnia Ilahi dan Sabri ABK KM Indah Perdana. Kedua kapal tempat kedua korban bekerja tersebut juga kapal tangkapan aparat Bea Cukai Kepulauan Riau.
Kronologis penemuan kedua jenazah berawal dari Abdul Gafur yang mendatangi kapal tersebut. Abdul Gafur kala itu berniat menemui rekannya Adi yang sama-sama bekerja sebagai awak kapal KM Kurnia Ilahi.
Abdul Gafur kaget ketika menemukan mayat Sabri mengapung dengan mulut mengeluarkan buih dan langsung melapor kepada petugas jaga Pos Ketapang.
"Tadi malam dia (korban Sabri-red) masih sehat-sehat saja. Saya sempat makan bersamanya sekitar pukul 19.00 WIB," katanya.
Petugas Pos Ketapang langsung menghubungi polisi. Tidak lama berselang, tim identifikasi Polres Karimun pun tiba di lokasi untuk mengidentifikasi dan mengevakuasi jenazah Sabri yang kaku dan hanya mengenakan celana pendek.
Sekitar satu jam setelah jenazah Sabri dievakuasi, petugas Pos Ketapang bernama Wahab, kembali dikagetkan dengan tersembulnya sebelah kaki bagian kanan saat ia tengah mengeringkan genangan air dalam kamar mesin kapal tersebut.
Wahab kembai menghubungi polisi dengan temuan mayat kedua yang diketahui bernama Adi. Polisi kembali turun ke TKP untuk mengidentifikasi jenazah Adi yang juga bercelana pendek dengan tubuh juga penuh dengan lumuran oli.
Kapolsek Meral, AKP Sulam di tempat kejadian perkara mengatakan belum dapat menyimpulkan kematian kedua pelaut itu.
"Kami belum bisa menjelaskan penyebab kematian keduanya. Karena kami harus menunggu hasil visum dokter lebih dulu yang hasilnya mungkin baru diketahui besok. Selain itu, kami juga harus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa para saksi untuk mengungkap kematian keduanya," katanya.
AKP Sulam mengatakan, korban Sabri merupakan warga RT 4 RW 1, Desa Pulau Ruku, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sedangkan Adi merupakan warga Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
"Pihak keluarga sudah dihubungi dan segera datang untuk mengidentifikasi kedua jenazah tersebut," katanya.
Kematian Adi dan Sabri yang masih misterius memunculkan berbagai spekulasi. Beberapa saksi menduga keduanya terjatuh ke dalam kamar mesin yang penuh genangan air setelah lemas dan pingsan karena menghirup aroma bawang merah yang busuk dan menyengat.
"Kami merasa heran. Mayat pertama dilaporkan pakai gelang, tetapi ternyata tidak. Malah mayat yang kedua memakai gelang. Apa mungkin mayat yang pertama ditemukan tenggelam lagi, dan mayat kedua yang muncul," kata seorang saksi mata. (Antara)
Editor: F.C Kuen
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
