Logo Header Antaranews Kepri

Menperin: Belum Ada Insentif Smelter Bauksit Bintan

Minggu, 1 Juni 2014 07:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat mengatakan belum ada insentif khusus untuk pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) bauksit di Bintan karena pemerintah hanya memberikan kelonggaran khusus untuk pemurnian tembaga dan barang tambang lainnya.

"Belum ada insentif khusus untuk bauksit," kata Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat, di Batam.

Ia mengatakan sampai saat ini, kebijakan pemerintah masih sebatas kemudahan untuk pabrik pemurnian yang menghasilkan tembaga konsentrat dengan sifat dan karakteristik tertentu.

Mengenai smelter bauksit di Bintan, Menteri mengatakan akan melakukan kunjungan kerja ke pabrik pemurnian itu pada Juni.

"Yang di Bintan, bulan depan saya ke sana," kata Menteri.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Bintan, MS Hidayat berharap investasi pabrik smelter alumina di dalam kawasan industri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pertumbuhan ekonomi regional Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan.

PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) bekerja sama dengan anak perusahaan Nanshan Group asal Tiongkok, Nanshan Aluminium, untuk pembangunan smelter bauksit dengan investasi senilai Rp11 triliun atau satu miliar dolar AS.

Smelter yang dibangun di Kecamatan Bintan Timur itu akan mengolah ekstraksi bauksit menjadi alumina, yang kemudian diolah lagi menjadi aluminium ingot dan produk-produk turunan lainnya.

Hidayat mengatakan pembangunan smelter yang akan memproduksi alumina itu sangat penting untuk memenuhi permintaan produk aluminium dalam negeri yang cukup besar.

Konsumsi aluminium di Indonesia mencapai 2,9 kilogram per kapita, maka permintaan produk aluminium pada 2013 adalah sebesar 845 ribu ton, yang membutuhkan alumina sebanyak 1,6 juta ton dan biji bauksit 4,3 juta ton.

Direktur PT Bintan Alumina Indonesia Santony mengatakan penggunaan alumina hasil dari smelter tersebut rencananya dialokasikan untuk pasar dalam negeri dan juga diekspor. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026