
Pertamina Kepri Belum Terima Mekanisme Kenaikan Elpiji

Batam (Antara Kepri) - PT Pertamina Wilayah Kepulauan Riau menyatakan belum menerima mekanisme baru mengenai rencana kenaikan harga elpiji 12 kilogram dan masih menunggu pembahasan dengan Kementerian Koordinator Perekonomian.
"Informasi resmi dari pemerintah pusat belum kami terima. Rencana kenaikan harga belum dapat dipastikan waktunya," kata Sales Executive Elpiji Pertamina Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) Agung Nurhananto di Batam, Jumat.
Kenaikan belum bisa dilakukan karena Menko Perekonomian Chairul Tanjung masih bersikeras Pertamina tidak bisa menaikkan harga tanpa izin dari pemerintah.
"Hingga saat ini kami memastikan belum ada kenaikan harga elpiji 12 kilogram," kata dia.
Ketika harga baru akan diberlakukan, kata dia, PT Pertamina akan mengumumkan kenaikan harga resmi secara luas melalui berbagai media termasuk pemasangan spanduk hingga publikasi di media massa agar tidak ada kepanikan.
Penyaluran rata-rata gas elpiji 12 kg di wilayah Kepri mencapai 2.000 tabung per hari oleh 13 agen resmi yang ada. Untuk Batam mencapai 1.500 tabung, sisanya enam kota/kab lain di Kepri.
Pertamina, kata dia, siap memberikan tambahan jika ada peningkatan pemintaan seperti saat akhir tahun atau pada sekitar hari-hari besar.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) bersikukuh akan menaikkan harga elpiji 12 kg pada Agustus karena harga saat ini masih jauh dari harga keekonomian.
Menurut Pertamina harga keekonomian gas elpiji adalah Rp15 ribu/kilogram sementara saat ini hanya menjual dengan harga Rp6.500 per kilogram sehingga masih merugi sekitar Rp5 triliun pertahun.
Pada Agustus ini, PT Pertamina berencana menaikkah harga antara Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram namun hal itu belum mendapat kesepakatan dari Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang bersikeras tidak akan ada kenaikan harga elpiji 12 kg sebelum mendapat restu dari Presiden. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
