
Penularan HIV/AIDS Karimun Tertinggi Kedua di Kepri

Karimun (Antara Kepri) - Tingkat penularan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Karimun tertinggi kedua di Provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Karimun.
"Karimun penyumbang kedua dalam kasus penularan HIV/AIDS di Kepri, setelah Batam. Sedangkan untuk Provinsi Kepri secara nasional terjadi penurunan dari rangking 4 menjadi 12," kata Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karimun Aunur Rafiq dalam "Workshop" Penanggulangan HIV/AIDS di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Aunur Rafiq menjelaskan, berdasarkan grafik, maka kasus HIV/AIDS di Karimun terjadi peningkatan setiap tahun. Pada 2012, kasus penderita positif HIV sebanyak 62 orang dan positif AIDS 75 orang, pada 2013 positif HIV 81 orang dan AIDS 13 orang, sedangkan untuk 2014 terhitung sejak Juni, kasus HIV 51 orang dan AIDS 4 orang.
Dari jumlah kasus selama 2013, sebanyak 4 kasus merupakan ibu hamil dan pada periode Juni 2014 sebanyak 3 orang. Sedangkan anak-anak berusia di bawah 4 tahun yang positif AIDS periode yang sama 2014 sebanyak dua orang.
"Jika dilihat dari tingkat usia, maka penderita HIV/AIDS rata-rata masih berusia produktif, antara 16 hingga 50 tahun," katanya.
Wakil Bupati Karimun itu memaparkan, penularan wabah HIV/AIDS dari tahun ke tahun makin meluas, tidak hanya dari kelompok berperilaku seks bebas seperti wanita pekerja seks komersial atau masyarakat dengan penghasilan rendah, tetapi merambah kepada kelompok masyarakat lain seperti ibu rumah tangga dan pegawai negeri sipil.
"Ini menjadi peringatan dan perhatian serius bagi bahwa setiap kelompok masyarakat berisiko tertularnya HIV/AIDS. Salah satu cara memerangi wabah ini adalah bersikap setia terhadap pasangan dan menghindari perilaku seks bebas," katanya.
Tingginya penularan HIV/AIDS, menurut dia menjadi problema serius karena bertentangan dengan satu dari empat azam (slogan) Karimun, yaitu azam peningkatan iman dan takwa.
"Kita sangat prihatin. Penyediaan alat kontrasepsi di hotel sama saja melegalkan seks bebas yang mengundang penularan HIV/AIDS," ucapnya.
Ia meminta kaum perempuan tampil di depan dalam menyelamatkan keluarganya dari bahaya wabah mematikan itu, sehingga generasi muda tidak terjerumus dalam pergaluan dan seks bebas.
Para peserta workshop diharapkan berperan menciptakan lingkungan yang religius serta mempengaruhi masyarakat untuk tidak lagi menutup mata dengan bahaya HIV/AIDS.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Kepri terhitung April sampai Juni 2014 sebanyak 382 kasus.
KPPA juga mencatat kasus HIV/AIDS di tingkat pusat, pada April-Juni 2014 dari kalangan tenaga profesional medis 18 orang, artis 2 orang, tenaga profesional 3, TNI/Polri 4, pelaut 9, pelajar dan mahasiswa 23, penjaja seks 27, supir 48, PNS 48, buruh kasar 115, ibu rumah tangga 286, wiraswasta 290, karyawan 336, petani dan nelayan 55 orang.
Workshop yang berlangsung sehari tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai kalangan seperti aparatur pemerintahan seperti badan, dinas, kecamatan, kepala sekolah, LSM, organisasi wanita dengan narasumber dari Kementerian PPPA Leiska Prastia, Badan PPPA Batam Komel Nainggolan dan KPA Karimun Yuhana. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
