Logo Header Antaranews Kepri

Elpiji di Batam Langka

Selasa, 18 November 2014 17:40 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kelangkaan elpiji tiga kilogram terus terjadi di Batam meski pemerintah setempat sudah menaikan harga eceran tertinggi dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per tabung sejak awal November 2014.

"Gas masih susah dicari. Di pangkalan selalu dibilang habis. Sementara harganya sudah naik dari Rp15 ribu jadi Rp18 ribu per tahung," kata warga Botania, Batam Centre, Lisa, Selasa.

Ia mengatakan, tidak keberatan jika harga elpiji tiga kilogram harus dinaik asalkan persediaan tetap terjaga.

"Ini sudah naik, persediaan di pangkalan tidak ada pula. Sementara dipangkalan-pangkalan tidak resmi banyak dijual namun harganya jauh lebih mahal," kata dia.

Pemilik pangkalan elpiji tiga kilogram di Batam Centre, Andi mengatakan jatah elpiji bersubsidi dari agen PT Pertamina dikurangi sehingga persediaan sering kosong.

"Jatahnya sekali datang hanya 40 tabung, dulu mau seratus juga dikasih. Jadi sekali datang langsung habis dibeli warga sekitar," kata dia.

Ia mengatakan, 40 tabung tidak mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar yang jumlahnya mencapai ratusan kepala keluarga.

"Dikirim seminggu dua kali. Masing-masing 40 tabung. Artinya cuma 80 tabung, jelas tidak mencukupi," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan banyaknya pangkalan tidak resmi di pinggir-pinggir menjadi salah satu faktor kelangkaan elpiji bersubsidi di masyarakat.

"Sudah banyak laporan mengenai munculnya pangkalan ilegal yang menjual elpiji dengan harga jauh diatas ketentuan. Memang itu salah satu penyebab kelangkaan di pangkalan. Kami akan segera tertibkan," kata dia.

Ia mengatakan, penertiban pangkalan ilegal yang menjual elpiji bersubsidi hingga Rp30 ribu per tabung sudah dilakukan di kawasan Batuaji, Bengkong atas laporan masyarakat.

"Batam Centre dan wilayah lain segera dilakukan razia. Tim gabungan yang akan turun, bukan hanya Disperindag saja," kata Amsakar. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026