Logo Header Antaranews Kepri

Polda Bidik Tersangka Baru Korupsi Perusda Karimun

Minggu, 15 Februari 2015 21:08 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polda Kepulauan Riau (Kepri) membidik tersangka baru kasus korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Karimun ke Perusahaan Daerah sekitar Rp1,9 miliar dari total yang disertakan sebesar Rp9,6 miliar.

"Selain Usm (mantan Direktur Utama Perusda Karimun 2010-2013) yang sudah ditetapkan tersangka. Kami masih membidik keterlibatan dugaan pelaku lain," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Syahar Diantono di Batam, Minggu.

Penyidik, kata dia, terus melakukan pemeriksaan pada Usm sebagai salah satu upaya mengumpulkan keterangan-keterangan baru untuk menjerat pihak lain yang diduga juga menikmati uang tersebut.

"Kami masih terus mengembangkan kasus tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang tersangkut dalam korupsi tersebut," kata dia.

Sebelum menetapkan Usm sebagai tersangka, kata dia, Polda Kepri juga sudah memintai keterangan sebanyak 24 orang yang diduga mengetahui aliran dana tersebut meski hingga kini baru ditetapkan satu orang sebagai tersangka.

Dalam penangkapan terhadap tersangka di kediamannya pada Senin, 2 Februari 2015 dipimpin oleh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman.

Saat sampai di Polda pada Senin sore, tersangka langsung menjalani pemeriksaan di ruang pemeriksaan lantai 3 Polda Kepri oleh sejumlah petugas termasuk Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Syahar Diantono.

Arif menambahkan terdapat sejumlah temuan dugaan kejanggalan penggunaan anggaran yang diberikan untuk Perusda Karimun 2010 hingga 2013 yang mengindikasikan terjadi praktik korupsi.

Dalam periode tersebut, kata dia, ada sejumlah kasus dugaan penyelewengan penggunaan dana yang dikucurkan untuk Perusda Karimun pada berbagai bidang.

Kapolda Kepri Brigadir Jendral Polisi Arman Depari menekankan pada 2015 akan fokus pada penindakan kasus kejahatan maritim, pertanahan dan korupsi.

"Sesuai dengan instruksi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, kami akan fokus pada sektor kejahatan perairan untuk mewujudkan Indonesia poros maritim dunia. Selain itu juga fokus pada korupsi dan masalah lahan," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026