
Din Syamsudin Rindu Partai Islam Sejati

Batam (Antara Kepri) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin rindu kehadiran partai Islam sejati di Indonesia, untuk menghimpun seluruh potensi muslim yang ada di nusantara.
"Adanya partai Islam dengan kesejatian jadi penting. Boleh mengandung arti menghimpun seluruh potensi umat Islam, menjadi rumah gadang, rumah besar umat Islam dalam pengertian sejati. Bukan basa-basi," kata Din Syamsudin saat berceramah dalam pembukaan Muktamar Persatuan Muslimin Indonesia (Parmusi) di Kota Batam Kepulauan Riau, Rabu.
Partai Islam yang sejati setidaknya harus memenuhi tiga syarat utama, kata Din.
Pertama, partai Islam yang sejati harus menampilkan nilai dan akhlak Islam dalam berpolitik.
"Membela aspirasi umat Islam untuk bisa eksis dalam mayoritas dalam jumlah dan mutu," kata dia.
Indonesia memiliki jumlah muslim terbesar, namun, menurut dia, banyak produk politik, UU yang jauh dari kepentingan Islam. Padahal produk politik itu digarap oleh partai-partai Islam dan partai berbasis massa Islam.
"Sakitnya tuh di sini," kata dia.
Di awal reformasi, banyak UU yang diterbitkan padahal isinya bertentangan dengan konstitusi dan memberikan penderitaan kepada masyarakat.
Atas dasar itulah, dalam beberapa waktu terakhir, Din melakukan banyak gugatan UU ke Mahkamah Konstitusi.
"Kami melakukan jihad konstitusi, mengoreksi, menggugat," kata dia.
Di antara UU yang dikoreksi dan digugat, Din menyebutkan UU Minyak dan Gas, UU Sumber Daya Air dan UU Organisasi Masyarakat.
"UU SDA, Alhamdulillah MK mengabulkan seluruhnya," kata dia.
"UU ormas, aspirasi sudah disampaikan tapi tidak banyak partai, termasuk partai Islam dan partai berbasis Islam yang tidak memperhatikan. Alhamdulillah, MK membatalkan pasal-pasal penting," kata dia menambahkan.
Kemudian, syarat yang ke dua, Parpol Islam harus memperjuangkan aspirasi Islam dan menampilkan etika politik Islam.
"Perpecahan parpol jauh dari nilai Islam," kata dia.
Dan yang terakhir, partai Islam harus berpolitik dengan akhlak karimah. Ia mengatakan tokoh partai Islam harus menjadi negarawan-negarawan besar.
"Kelemahan Partai Islam sekarang, terjebak pada mayoritas. Ternyata mayoritas tidak menjelma jadi angka politis," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
