Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Kekurangan Pegawai Medis dan Guru

Jumat, 17 April 2015 13:25 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Sekretaris Daerah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah mengatakan, daerah setempat masih kekurangan tenaga medis dan guru yang berstatus pegawai negeri sipil.

"Untuk bidang lain juga kurang, tapi kekurangan paling banyak tenaga medis dan guru," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Arif Fadillah mengatakan tidak bisa menyebut angka atau jumlah tenaga guru dan medis yang dibutuhkan. Ia menyebutkan penentuan jumlah yang dibutuhkan memiliki perhitungan atau rumus tertentu yang mengacu pada kajian analisa jabatan.

Menurut dia, analisa jabatan merupakan sebuah kajian yang bertujuan untuk mengetahui formasi jabatan atau pegawai yang dibutuhkan pada setiap SKPD.

Setiap SKPD, kata dia, sudah merampungkan kajian analisa jabatannya bahkan sudah diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara.

"Kami berharap kajian analisa jabatan itu disetujui MenPAN, setidaknya untuk mengisi kekurangan pegawai medis dan guru," ucapnya.

Kekurangan tersebut, menurut dia, sementara ditutupi dengan merekrut pegawai tidak tetap atau honorer, baik tenaga medis di rumah sakit, maupun puskesmas-puskesmas. Sedangkan kekurangan pegawai untuk formasi guru, menurut dia sebagian besar merupakan guru mata pelajaran.

"Biar bagaimanapun, tenaga medis atau guru berstatus PNS tentu memilki keterikatan lebih kuat dibandingkan pegawai tidak tetap atau honorer. Sehingga kami tetap berharap agar MenPAN menyetujui untuk penerimaan CPNS di dua bidang tersebut," tuturnya.

Ia memperkirakan penerimaan CPNS untuk Karimun belum terealisasi tahun ini. Ia berharap tahun depan MenPAN mengizinkan untuk membuka lowongan CPNS.

"Mudah-mudahan tidak ada moratorium. Jika dibuka, maka penerimaan CPNS kita prioritas untuk tenaga fungsional, seperti guru dan medis, ketimbang tenaga struktural," ucap Sekda TS Arif Fadillah.

Informasi dihimpun, Pemkab Karimun lebih dari lima tahun tidak membuka lowongan CPNS. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Karimun Kamarullazi, dalam satu kesempatan mengakui tenaga guru bidang studi, seperti kimia, matematika atau biologi masih kurang, begitu juga dengan tenaga medis, seperti dokter dan bidan.

Ia juga mengakui beberapa SKPD masih kekurangan tenaga teknis dan fungsional, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, termasuk juga penyidik pegawai negeri sipil seperti di Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja atau Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan.

"Sebenarnya, jumlah pegawai secara keseluruhan masih cukup. Hanya tenaga teknis yang masih kurang," katanya.

Data diperoleh, jumlah pegawai secara keseluruhan sekitar 4.000 orang, ditambah honorer daerah yang mencapai 1.000 orang. (Antara)

Editor: Biqwanto Situmorang



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026