Logo Header Antaranews Kepri

Batam Bentuk Tim Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 12 Mei 2015 18:59 WIB
Image Print
Tim ini sangat diperlukan dan sangat penting untuk meberikan hak-hak mereka. Kami harus bertekad untuk menghapus segala bentuk diskriminasi, meski trend-nya saat ini cendrung meningkat

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau membentuk Tim Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Dang Merdu khusus untuk memberikan perlindungan atas korban tindak kekerasan.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Kota Batam Nurmadiah mengatakan di Batam, Selasa, pembentukan tim itu dilaterbelakangi meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan keluarga, tempat kerja dan sekolah.

"Kekerasan bisa terjadi karena psikis, penelantaran ekonomi, 'trafficking' dan kekerasan lainya. Penderitaan perempuan dan anak menjadi perhatian kami semua. Pelayanan terpadu ini, meliputi pelayanan medis, hukum dan psikologi secara tepat dan efisien," kata Nurmadiah.

Sebenarnya, BPPAKB sudah melakukan perlindungan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. Namun, itu belum cukup untuk menghapus tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Malah terkadang, tindak kekerasan justru terjadi ditempat yang harusnya mendapat perlindungan, kata dia.

Ketua Umum P2TP2A Dang Merdu Batam Mariana Dahlan menuturkan, tim itu merupakan mitra pemerintah mencegah tindak kekerasan bagi anak dan perempuan.

"Tim ini sangat diperlukan dan sangat penting untuk meberikan hak-hak mereka. Kami harus bertekad untuk menghapus segala bentuk diskriminasi, meski trend-nya saat ini cendrung meningkat," kata istri Wali Kota Batam itu.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah ada sejak zaman dulu, namun jumlahnya semakin meningkat.

"Meningkatnya pun dipicu paling tidak dua hal, yakni kesadaran bahwa kita harus melindungi perempuan dan anak. Hak-hak orang menjadi kesepakatan kita, hak-hak anak menjadi kesepakatan," kata dia.

Media juga dinilai memliki peran penting meningkatnya jumlah kekerasan kepada perempuan dan anak.

"Mungkin dalam presentase sama. Tapi sekarang menjadi heboh benar, ini karena media massa. Karena itu, tim ini hadir paling tidak dapat meminimalisirkan," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026