Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Dorong Kadin Bangun NAL

Rabu, 10 Juni 2015 22:56 WIB
Image Print
Ke depan NAL juga harus ditetapkan sebagai kawasan industri dan perdagangan di Kepri. Apalagi Kepri merupakan daerah maritim, sehingga sangat sesuai dengan konsep poros martim yang diusung Presiden Jokowi

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mendorong Kamar Dagang dan Industri membangun Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga (NAL), karena perekonomian di tiga kabupaten luar kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas itu masih lamban.

"Ini sebuah kenyataan, yang perlu diperhatikan bersama. Saya berharap Kadin bisa membantu mempercepat pembangunan di NAL," kata Sani setelah membuka Rapat Pimpinan (Rapim) I Kadin Kepri di Tanjungpinang, Rabu.

Menurut dia, proses pembangunan di Kepri, terutama daerah-daerah yang belum berkembang tidak akan pernah berhenti. Kabupaten-kabupaten Natuna, Anambas dan Lingga merupakan pulau-pulau yang senantiasa diperhatikan, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas," ujarnya.

Setiap masalah, kata dia pasti ada solusi. Namun untuk mempercepat pembangunan di NAL tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan pemerintah.

Semua pihak, salah satunya Kadin Kepri harus bersama-sama melakukan pembangunan. Kehadiran Kadin sejauh ini sudah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di Kepri.

Dalam pembangunan kawasan NAL ke depan, potensi yang bisa ditangkap oleh Kadin yakni industri perikanan dan pariwisata di Natuna dan Anambas.

Kadin bisa mendorong pelaku-pelaku pariwisata untuk memberikan pelayanan yang baik, sehingga tingkat kunjungan wisatawan meningkat.

"Saya yakin, pertumbuhan ekonomi di NAL akan pesat jika semua pihak bersinergi," ucapnya.

Daerah-daerah yang masuk dalam kawasan bebas (Batam, Bintan dan Karimun), kata dia memberikan kontribusi meningkatan pertumbuhan ekonomi di Kepri. Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Kepri sekarang ini adalah 7,32 persen, di atas rata-rata nasional.

Dari jumlah tersebut, kata dia Kepri juga memberikan sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ke depan NAL juga harus ditetapkan sebagai kawasan industri dan perdagangan di Kepri. Apalagi Kepri merupakan daerah maritim, sehingga sangat sesuai dengan konsep poros martim yang diusung Presiden Jokowi," ujarnya.

Dia menjelaskan meski belum berperan lebih, kegiatan ekonomi di kawasan NAL sudah berjalan secara baik. Tingkat pertumbuhan ekonomi dipengaruhi harga minyak, kurs dolar, dan investasi. Bahkan ke depan NAL memiliki peran besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"NAL bisa kunci pertumbuhan ekonomi jika sumber daya alamnya dikelola yang baik," ujarnya.

Terkait angkutan udara dan laut, yang menghubungkan NAL dengan daerah lainnya, termasuk pusat pemerintahan, gubernur menilai mulai berjalan dengan baik, meski tetap harus ditingkatkan.

"Sektor transportasi terus ditingkatkan, frekuensi perputaran ekonomi daerah akan tumbuh dan berkembang," katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Kepri, Ahmad Makruf Maulana mengatakan, Kadin sudah merancang berbagai kegiatan dalam program kerja Kadin Kepri. Terkait rencana kerja itu, akan dilaksanakan di kabupaten dan kota yang ada di Kepri.

"Kami akan terus mendorong program kerja Gubernur ke depan. Karena yang kami inginkan adalah pemerataan ekonomi, salah satunya dengan mengangkat potensi yang ada di daerah," ujar Ahmad Makruf Maulana. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026