Logo Header Antaranews Kepri

Batam Bebas dari Peredaran Daging Celeng

Selasa, 30 Juni 2015 22:10 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan Kota Batam Kepulauan Riau Suhartini memastikan pasar-pasar di kota itu bebas dari peredaran daging celeng atau babi hutan yang disamarkan menjadi daging sapi.

"Di Batam tidak ada daging celeng, kami melakukan pemeriksaan secara rutin," kata Suhartini di Batam, Selasa.

Pihaknya secara rutin memeriksa daging yang dijual di pasar dan dalam inspeksi itu tidak ditemukan penjualan daging celeng. Karena itu ia meminta masyarakat tidak resah dengan isu peredaran daging celeng di pasar.

Memang, daging babi dijual di beberapa tempat di Batam, namun terpisah dari penjualan daging lain dan tokonya pun tegas menyebut nama daging yang dijual, sehingga tidak akan mengecoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Suhartini juga meyakinkan ketersediaan daging sapi mencukupi untuk kebutuhan Lebaran masyarakat.

"Daging sapi cukup, kami kan ada daging beku impor. Mereka punya hitung-hitungannya, kalau kurang, ditambah impornya," kata Suhartini.

Kecuali untuk daging segar, kata dia, memang ada persiapan untuk menambah pasokan untuk masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan Dinas KP2K Batam Sri Yuneli mengatakan pihaknya akan menambah pasokan daging sapi dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sebanyak 386 ekor.

Selain sapi, pemerintah juga penambahan 922 ekor kambing untuk konsumsi masyarakat menjelang dan saat Lebaran.

Dengan penambahan itu, ia yakin, pasokan sapi dan kambing akan cukup.

"Cukup untuk memenuhi kebutuhan daging, walau ada lonjakan konsumsi daging," kata dia.

Mengenai kenaikan harga daging sapi, ia mengatakan tidak bisa dihindari karena permintaan masyarakat yang begitu tinggi.

"Kalau pun diantisipasi dini, tetap sulit. Karena permintaan naik drastis, harga naik di daerah asal," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026