Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Bagikan Masker kepada Nelayan

Rabu, 23 September 2015 03:10 WIB
Image Print
Petugas kami terus berpatroli pada sejumlah titik perairan di Kepri. Upaya ini agar kapal-kapal tertib dan tetap mematuhi aturan perlalulintasan laut saat kondisi seperti ini (diselimuti asap)

Batam (Antara Kepri) - Polisi Perairan Polda Kepri membagikan masker pada sejumlah warga pesisir dan nelayan untuk mengurangi dampak buruk akibat asap kiriman kebakaran hutan Sumatera daratan yang masih pekat.

"Kami bagikan pada anak-anak sekolah, warga pesisir, dan nelayan yang biasa beraktifitas dengan pancung (perahu motor tempel) agar mengurangi dampak asap," kata Kasat Patroli Polair Polda Kepri AKBP Danu Waspodo di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, pembagian dilaukan oleh petugas Polair yang mengunjungi sejumlah pulau pada wilayah Tanjungpinang, Karimun, Belakangpadang, dan Batam.

Danu mengatakan, petugas Patroli Polair juga menambah durasi patroli di lapangan mengingat mobilitas masyarakat dengan menggunakan perahu dan kapal tetap padat meski udara diselimuti asap tebal.

"Petugas kami terus berpatroli pada sejumlah titik perairan di Kepri. Upaya ini agar kapal-kapal tertib dan tetap mematuhi aturan perlalulintasan laut saat kondisi seperti ini (diselimuti asap)," kata dia.

Meski diselimuti asap, kata dia, sejauh ini wilayah perairan Kepri masih aman untuk transportasi meski harus tetap berhati-hati mengingat jarak pandang terbatas.

"Secara kasat mata asap memang nampak. Jarak pandang terbatas. Jadi harus berhati-hati saat berlayar," kata Danu.

Selama patroli, kata dia, petugas juga mengimbau agar seluruh nahkoda kapal menyalakan seluruh lampu navigasi agar mudah diidentifikasi oleh kapal-kapal lain.

"Dalam kondisi seperti ini alat navigasi sangat penting. Agar meskipun kapal tidak nampak jelas, namun bisa diidentifikasi oleh sesama nakhoda kapal," kata dia.

Wilayah Provinsi Kepri sudah lebih dari dua pekan diselimuti asap pekat akibat kebakaran hutan di Sumatera daratan.

Kondisi tersebut sudah sangat mengganggu kegiatan masyarakat khususnya pengguna jasa penerbangan karena ratusan penerbangan dari Batam tujuan Sumatera daratan dan sebaliknya banyak dibatalkan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026