Logo Header Antaranews Kepri

Batam Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Kamis, 8 Oktober 2015 17:04 WIB
Image Print
Supaya program pengentasan kemiskinan yang Pemerintah Kota Batam jalankan ini bisa bersifat tuntas. Tidak hanya rumah yang dibedah, tapi ibu-ibunya juga diberi keterampilan untuk membuat kuliner atau kerajinan tangan. Sehingga bisa menambah pemasukan

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau memberdayakan 400 orang ibu rumah tangga dengan memberikan pelatihan membuat kue, membuat kemasan makanan dan membuat kerajinan tangan.

"Pelatihan ini untuk memberdayakan ibu-ibu, sehingga diharapkan mereka bisa berwirausaha menambah penghasilan keluarga nantinya," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Batam Nurmadiah di Batam, Kamis.

Ia menyatakan peserta latihan adalah ibu rumah tangga penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Kedua program itu sejatinya memang sejalan, demi mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Supaya program pengentasan kemiskinan yang Pemerintah Kota Batam jalankan ini bisa bersifat tuntas. Tidak hanya rumah yang dibedah, tapi ibu-ibunya juga diberi keterampilan untuk membuat kuliner atau kerajinan tangan. Sehingga bisa menambah pemasukan keluarga," katanya.

Di tempat yang sama, Asisten Tata Pemerintahan Kota Batam, Syuzairi mengatakan pelatihan itu untuk meningkatkan standar kualitas sumber daya manusia, terkait dengan persiapan menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Sumber daya manusia ini penting. Ibu-ibu harus kreatif. Karena saya melihat ada sebuah gejala kebingungan terhadap produk yang diminati pembeli. Jadi kami harapkan produk yang dihasilkan bukan produk sejenis. Tolong dipikirkan usaha mana yang paling cocok," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syuzairi juga menyoroti pentingnya kemasan produk. Karena menurut dia produk yang dihasilkan Batam kalah dibandingkan produksi sejenis negara tetangga, hanya karena kemasan yang kurang menarik.

"Produk kami dari sisi kemasan agak kurang, jadi nilai jualnya juga kurang. Dan yang tak kalah penting untuk jadi perhatian adalah harus ada koperasi yang memayungi usaha ibu-ibu ke depan," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026