
ASN Kepri Ikut Diklat Bela Negara

Kegiatan pembentukan kader bela negara adalah wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya pembinaan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan bela negara
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebanyak 100 personel Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengikuti pendidikan dan latihan kader bela negara yang mulai diselenggarakan di Mako Lantamal IV/Tanjungpinang, Kamis.
Diklat bela negara itu dibuka Danlantamal IV/Tanjungpinang Laksma TNI Sulistiyanto.
"Kegiatan pembentukan kader bela negara adalah wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya pembinaan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan bela negara," ujar Sulistiyanto.
Menurut dia, permasalahan bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan TNI, melainkan seluruh komponen bangsa Indonesia. Hal itu sejalan dengan sistem pertahanan yang dianut bangsa Indonesia yaitu sistem pertahanan rakyat semesta.
Pada UUD 1945 pasal 27 menegaskan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Selanjutnya UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, menegaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
"Keikutsertaan dalam kegiatan bela negara disamping sebagai kewajiban dasar bagi setiap warga negara juga merupakan suatu kehormatan bagi setiap warga negara manakala dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan rasa rela berkorban sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negaranya," ujarnya.
Dia mengatakan Menteri Pertahanan (Menhan) dalam amanatnya menegaskan kegiatan bela negara dimaksudkan untuk mewujudkan warga negara yang memiliki kesadaran sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi pentingnya aktualisasi nilai-nilai bela negara.
Nilai itu tercermin dalam sikap cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta mempunyai kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik.
Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbangun karakter disiplin, kerja sama dan kepemimpinan guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Kader pembinaan bela negara tersebut juga diharapkan mampu menyebarluaskan kesadaran bela negara kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing melalui kegiatan-kegiatan pembentukan kader bela negara.
"Dengan demikian akan terwujud implementasi dari gerakan nasional bela negara sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden RI pada peringatan hari bela negara 19 Desember 2014 yang lalu," ucap Sulistiyanto mengutip amanat Menhan.
Dia menegaskan bela negara bukanlah wajib militer, bukan militerisasi, bukan militerisme dan bukan pula sebuah usaha pembelaan atau pertahanan negara secara fisik dalam menghadapi militer.
"Akan tetapi sebuah upaya membangun karakter bangsa yang menyadari akan hak dan kewajibannya untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam menghadapi multi dimensi ancaman yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa," ujarnya.
Di lokasi diklat bela negara, para peserta yang mengikuti pendidikan ini tampak bersemangat. Antusiasme peserta mulai dari upacara hingga pengarahan Kepala Badan Kesbangpolinmas Kepri Syafri Salisman, yang dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kepemimpinan oleh Danlantamal IV.
"Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para peserta tentunya sangat membanggakan bagi Pemprov Kepri," kata Syafri.
Peserta diklat harus siap menjalankan tugas untuk mengikuti pendidikan bela negara di tempat yang jauh dari keluarga dan sanak saudaranya. Bimbingan dan latihan baik mental, fisik, dan rasa cinta tanah air akan dijalani selama empat minggu ke depan.
"Mereka akan ditempa dengan penuh kedisiplinan oleh pelatih yang berasal dari prajurit Lantamal IV. Mental maupun karakater yang kuat dan tegar akan sangat bermanfaat ketika mereka kembali pada dunia kerja. Harapan besar untuk memajukan negara melalui kinerja yang optimal akan dapat dicapai bersama-sama," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
